kabar

Israel akan buka kedutaan di Riyadh

Pangeran Turki mengakui ketakutan terhadap Iran merupakan isu menyatukan Arab Saudi dan Israel.

30 Oktober 2017 01:45

Dalam pidatonya di sebuah konferensi bertajuk Forum Keamanan Timur Tengah Sabtu dua pekan lalu, mantan kepala badan intelijen Arab Saudi Pangeran Turki al-Faisal bilang hanya tinggal selangkah lagi Israel bakal membuka kedutaan besarnya di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi.

"Kami berharap ini akan terjadi dalam beberapa bulan mendatang," kata Pangeran Turki. Dia menambahkan penanganan situasi keamanan di Timur Tengah memerlukan kerja sama erat antara Amerika Serikat, Arab Saudi, dan Israel.

Seminar mengenai keamanan di Timur Tengah itu digelar oleh Israel Policy Forum dan berlangsung di sinagoge Emanu-El, Manhattan. Bahasan utama dalam pertemuan ini tentang program nuklir Iran, hubungan Israel dengan negara-negara Arab, Perang Suriah, dan konflik palestina-Israel.

Pangeran Turki diundang sebagai tamu istimewa. Dia dikabarkan mengadakan pertemuan dengan mantan Direktur Mossad (dinas rahasia luar negeri Israel) Efraim Halevy di sela forum tersebut.

Menurut Pangeran Turki, kesalahpahaman antara Israel dan dunia Arab gampang diselesaikan melalui perundingan.

Kabar rencana pembukaan Kedutaan besar Israel di Arab Saudi menghebohkan pengguna media sosial di Israel dan Amerika. Di Twitter muncul tanda pagar #IsraelToOpenEbassyInRiyad".

Pangeran Turki mengakui ketakutan terhadap Iran merupakan isu menyatukan Arab Saudi dan Israel. Dia menekankan pula masalah Iran membuat makin penting bagi kedua negara buat membina hubungan diplomatik.

Halevy memuji beragam upaya Arab Saudi untuk mendekatkan hubungan kedua negara. "Bukan hal menghebhkan melihat mantan kepala badan intelijen Israel dan Saudi satu panggung, tapi ini sebuah tanda bagaimana kedua negara secara perlahan membolehkan hubungan diam-diam muncul sedikit-sedikit," ujarnya.

Selentingan mengenai hubungan khusus antara Arab Saudi dan Israel muncul dalam beberapa pekan terakhir. Dua minggu lalu, sejumlah pejabat Israel membenarkan Putera MahoTa Arab Saudi dan rombongan secara rahasia melawat ke Tel Aviv awal bulan lalu, namun berita ini dibantah pihak Saudi.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (Twitter)

Israel akan gelar pemilihan umum 2 Maret 2020, ketiga dalam setahun

Tapi lantaran tanggal itu bertepatan dengan peringatan maulid Nabi Musa (Purim), semua anggota Knesset menyepakati pesta demokrasi itu dilangsungkan pada 2 Maret.

Warga Arab Saudi bernama Muhammad Saud (kanan) berpose bareng Avi, satu dari dua tamunya asal Israel, menginap di rumahnya di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Screencapture)

Dua warga Israel menginap di rumah warga Saudi di Riyadh

Saud termasuk dalam enam wartawan Arab diundang mengunjungi Israel selama lima hari pada Juli lalu.

Jet pribadi Challenger 604 terbang dari Ibu Kota Tel Aviv, Israel, mendarat di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 22 Oktober 2019. (Flightradar24)

Sebuah jet pribadi terbang dari Tel Aviv ke Riyadh

Meski tidak memiliki hubungan diplomatik, hubungan Saudi-Israel kian erat lantaran sama-sama menganggap Iran sebagai musuh bersama. Kedua negara saling berbagi informasi intelijen soal negara Mullah itu.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan penguasa Oman Sultan Qabus bin Said di Muskat, 26 Oktober 2018. (Courtesy)

Netanyahu targetkan buka hubungan diplomatik dengan Arab Saudi tahun depan

Banyak negara Arab ingin bekerjasama dengan Israel dalam sektor keamanan dan pertahanan.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Israel akan gelar pemilihan umum 2 Maret 2020, ketiga dalam setahun

Tapi lantaran tanggal itu bertepatan dengan peringatan maulid Nabi Musa (Purim), semua anggota Knesset menyepakati pesta demokrasi itu dilangsungkan pada 2 Maret.

12 Desember 2019

TERSOHOR