kabar

Hasil pemerasan terhadap pangeran dan konglomerat masuk rekening anak Raja Salman

Semua menteri di era Raja Fahad dan Raja Abdullah ditangkap.

20 November 2017 06:32

Miliaran riyal Arab Saudi dari transfer para pangeran, konglomerat, pejabat, dan perwira militer ditahan atas tudingan rasuah rupanya tidak masuk ke kas negara tapi ke rekening pribadi milik Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. 

"Saya telah mendapat informasi transfer dari rekening para tahanan untuk rekening Muhammad bin Salman, bukan ke rekening Kementerian Keuangan," kata pembocor terpercaya dari kalangan istana berakun @mujtahidd hari ini. "Nilainya miliaran riyal."

Pangeran Muhammad bin Salman, juga menjabat ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, memeras sebagian besar tahanan sebagai syarat pembebasan. Dia meminta tahanan Arab Supertajir itu memberikan hingga 70 persen dari total harta mereka sehingga bebas dari dakwaan korupsi.

Rezim di negara Kabah bahkan sampai menyiksa para tahanan agar mau memberitahu nomor rekening mereka. Setidaknya 17 orang dirawat di rumah sakit, termasuk enam pangeran, akibat luka siksaan, seperti dilansir Middle East Eye.

Sejak awal bulan ini, Arab Saudi membekuk ratusan anggota keluarga kerajaan, konglomerat, pejabat, dan perwira militer atas tuduhan pencucian uang, penyuapan, dan penggelapan uang negara. Penangkapan besar-besaran ini atas perintah komisi antirasuah dibentuk beberapa jam sebelumnya.

Mereka yang ditangkap termasuk miliarder Pangeran Al-Walid bin Talal, anak-anak mendiang Raja Fahad bin Abdul Aziz dan Raja Abdullah bin Abdul Aziz. Mereka ditahan di toga hotel di Ibu Kota Riyash, yakni Ritz Carlton, Courtyard, dan Diplomatic Quarter.

 

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Turki mulai adili 20 warga Saudi secara in absentia dalam kasus pembunuhan Khashoggi

"Mereka meminta saya menyalakan tandoor (oven). Mereka kelihatan panik saat itu," kata Zeki Demir.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Polisi Kanada peringatkan pengkritik Saudi akan jadi target pembunuhan Bin Salman

Seorang juru bicara pemerintah Kanada mengakui pihaknya prihatin dengan situasi hak asasi manusia buruk di Arab Saudi.

Ulama Arab Saudi Syekh Awad al-Qarni. (Twitter)

Arab Saudi larang ulama tersohor hubungi keluarganya dari dalam penjara sejak Ramadan

Syekh Awad al-Qarni bareng dua ulama Saudi ternama lainnya, Syekh Salman al-Audah dan Syekh Ali al-Umari, telah dituntut hukuman mati dalam pengadilan digelar secara rahasia di Ibu Kota Riyadh.

Puteri Basmah binti Saud bin Abdul Aziz dari Arab Saudi. (Insider)

Pihak keluarga cemaskan keselamatan Puteri Basmah ditahan Bin Salman

"Dia dalam kondisi sangat buruk...dia tidak bisa bsangkit dari atas tempat tidur," ujar orang kepercayaan keluarga Puteri Basmah itu.





comments powered by Disqus