kabar

15 perempuan meninggal di Maroko karena berebut makanan sedekah

Menurut seorang saksi, yang dibagikan berupa terigu, minyak goreng, dan gula.

21 November 2017 11:09

Sebanyak 15 perempuan meninggal dan lima lainnya luka karena berebut makanan sedekah Ahad lalu di Sidi Bulaalam, kota kecil di barat daya Maroko dan berjarak sekitar 64 kilometer dari kota wisata pantai Issawira.

Pembagian makanan sedekah itu berlangsung di sebuah pasar. Menurut seorang saksi, yang dibagikan berupa terigu, minyak goreng, dan gula. "Kerumunan orang ingin meminta sedekah itu sangat banyak," katanya.

Seorang sumber di rumah sakit mengungkapkan korban tewas berjumlah 18 orang dan kebanyakan kaum hawa. Sedekah makanan itu diberikan oleh orang kaya di daerah itu.

Dokter itu menambahkan korban luka bertambajh sepuluh orang, termasuk dua dalam keadaan kritis. Semua korban cedera dilarikan ke rumah sakit di Marrakesh.  

Seorang wartawan setempat bilang dermawan itu sudah biasa menyedekahkan makanan. Tapi tahun ini jumlah orang datang ingin memperoleh makanan sedekah itu mencapai seribu orang. Mereka berdesak-desakan hingga menerobos pagar besi sebagai pembatas.

Lewat keterangan tertulis, Kementerian Dalam Negeri Maroko bilang Raja Muhammad telah memerintahkan untuk memberikan bantuan diperlukan semua keluarga korban. Dia juga akan menanggung seluruh biaya perawatan korban luka.

Raja Muhammad juga akan membayar semua biaya pemakaman korban wafat. Kementerian Dalam Negeri Maroko menyatakan penyelidikan atas kejadian itu mulai dilakukan.   

Pemimpin Hizbullah Hasan Nasrallah dan putranya, Jawad Nasrallah. (Arabi21)

Twitter tutup akun milik putra pemimpin Hizbullah

Amerika memasukkan Jawad dalam daftar teroris bulan lalu. Washington DC menyatakan dia bertanggung jawab atas serangan teror terhadap Israel di Tepi Barat.

Menteri Dalam Negeri Prancis Christophe Castaner. (Twitter)

Prancis bersedia terima sebelas kombatan ISIS dideportasi dari Turki

Castaner mengatakan sekitar 250 warga Prancis bergabung dengan ISIS telah dipulangkan sejak 2014. 

Sadim al-Maliki, perempuan Arab Saudi bikin heboh karena berpakaian ketat dan terbuka. (Al-Bawaba)

Seorang pedagang di Jeddah bikin heboh karena berpakaian ketat dan terbuka

Sesuai aturan, Sadim terancam didenda seratus riyal. Kalau diulangi, dendanya 200 riyal. 

Sejumlah orang mengangkat jenazah ulama Arab Saudi, Syekh Fahad al-Qadi, meninggal dalam penjara pada 12 November 2019. (Twitter)

Setelah nasihati raja dan anaknya, ulama Saudi ditahan dan meninggal dalam penjara

Penangkapan terhadap para pembangkang kian getol dilakoni Saudi sejak Bin Salman menjadi calon raja Saudi pada Juni 2017. 





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Twitter tutup akun milik putra pemimpin Hizbullah

Amerika memasukkan Jawad dalam daftar teroris bulan lalu. Washington DC menyatakan dia bertanggung jawab atas serangan teror terhadap Israel di Tepi Barat.

14 November 2019

TERSOHOR