kabar

95 persen pangeran dan konglomerat dituduh korupsi setuju serahkan harta

Pangeran Muhammad bin Salman bilang investigasi sudah dilakukan sejak 2015.

24 November 2017 16:05

Putera Mahkota Arab Saudi sekaligus Ketua Pemberantasan Korupsi Pangeran Muhammad bin Salman bilang 95 persen dari ratusan pangeran, konglomerat, pejabat, dan perwira militer ditangkap atas tuduhan korupsi setuju untuk menyerahkan harta mereka sebagai syarat pembebasan. 

"Kami menunjukkan kepada mereka semua dokumen kami miliki dan segera setelah mereka melihat itu, sekitar 95 persen sepakat untuk berkompromi (menyerahkan harta mereka)," kata Pangeran Muhammad bin Salman. 

Dia menambahkan sebanyak satu persen tersangka mampu membuktikan mereka bersih, sedangkan empat persen lainnya mengklaim mereka tidak terlibat rasuah dan siap bertarung di pengadilan.

Arab Saudi sejak 4 November lalu menangkapi ratusan kaum elite atas tudingan korupsi. Penangkapan besar-besaran ini atas perintah Komisi Pemberantasan Korupsi, baru dibentuk beberapa jam sebelumnya. Mereka ditahan di tiga hotel di Ibu Kota Riyadh, yakni Ritz Carlton, Courtyard, dan Diplomatic Quarter.

Pangeran Muhammad bin Salman meminta hingga 70 persen harta sebagai syarat pembebasan. Sedangkan untuk para pangeran ditambah dengan syarah bersumpah setia kepada anak Raja Salman bin Abdul Aziz tersebut.

Lelaki 32 tahun ini membantah penangkapan besar-besaran itu sebagai upaya pembersihan atas lawan-lawan politiknya. Dia menyebut tuduhan itu menggelikan.

Dia mengklaim banyak pangeran sudah berbaiat kepada dirinya dan mendukung reformasi dia lakoni. 

Pangeran Muhammad bin Salman menekankan pemberantasan korupsi kali bisa berhasil karena dilakukan dari level atas ke bawah bukan sebaliknya. Dia menjelaskan wabah korupsi sejak 1980-an telah membuat anggaran negara bocor sepuluh persen saban tahun. 

Dia menegaskan penangkapan kali ini bukan tanpa penyelidikan. Investigasi telah dilakukan sejak dua tahun lalu.

Pangeran Muhammad bin Salman mengungkapkan salah satu perintah pertama dikeluarkan Raja Salman bin Abdul Aziz adalah mengumpulkan informasi mengenai rasuah di negara Kabah itu.

"Tim ini bekerja dua tahun hingga memperoleh informasi paling akurat dan mendapatkan sekitar 200 nama (tersangka korupsi)," ujar Pangeran Muhammad bin Salman. 

Salah, putra sulung mendiang Jamal Khashoggi. (Twitter)

Anak Khashoggi dapat vila di Jeddah dan fulus Rp 394 miliar sebagai diyat atas pembunuhan ayahnya

Direktur Eksekutif HUman Rights Watch (HRW) Kenneth Roth mencurigai pemberian maaf oleh keluarga mendiang Khashoggi tidak gratis.

Foto dan nama 15 warga Arab Saudi diduga terlibat dalam pembunuhan Jamal Khashoggi. (Sabah)

Keluarga Jamal Khashoggi maafkan para pembunuh ayah mereka

Khashoggi dihabisi di dalam kantor Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober 2018. Mayatnya kemudian dimutilasi dan sampai sekarang Saudi merahasiakan keberadaan potongan-potongan tubuh Khashoggi.

Mantan Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Nayif. (Arab News)

Anggota keluarga kerajaan Saudi ditahan Bin Salman cari dukungan ke Amerika dan Inggris

Seorang penasihat ternama untuk mantan Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Nayif telah menyewa Barry Bennet, pelobi menjadi konsultan Trump dalam kampanye pemilihan presiden.

Puteri Basmah binti Saud bin Abdul Aziz dari Arab Saudi. (Insider)

Bin Salman larang kakak sepupunya menelepon keluarga dari dalam penjara

Larangan itu keluar setelah dia meminta dibebaskan dari penjara pada 16 April.





comments powered by Disqus