kabar

Teror salat Jumat menewaskan 235 orang di Mesir

Presiden Mesir Abdil Fattah as-Sisi mengumumkan masa berkabung tiga hari.

25 November 2017 01:20

Lusinan teroris dengan empat kendaraan menyerbu Masjid Ar-Raudah di Bir al-Abid, 40 kilometer sebelah barat Kota Al-Arisy di utara Semenanjung Sinai, Mesir. Serangan saat salat Jumat itu menewaskan paling tidak 235 orang dan melukai lebih dari 139 lainnya.

Tiga polisi berada di lokasi kejadian mengungkapkan setelah meledakkan sejumlah mobil untuk memblokir jalan mereka menembaki jamaah salat Jumat berupaya kabur. Seorang saksi mata bahkan bilang kelompok teroris itu juga menembaki ambulans datang untuk mengangkut korban ke rumah sakit terdekat.

Penduduk setempat bernama Asyraf al-Hafni bilang banyak pekerja pabrik garam salat Jumat di masjid mampu menampung sekitar 300 orang itu. "Warga membawa korban luka ke rumah sakit menggunakan mobil dan truk mereka," katanya saat dihubungi melalui telepon.

Sejauh ini belum ada pihak mengaku bertanggung jawab, namun diyakini kelompok teroris berafiliasi dengan ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) sebagai pelaku. Masjid menjadi sasaran serangan itu merupakan milik kaum Sufi, sebuah aliran diyakini sesat oleh ISIS.

Presiden Mesir Abdil Fattah as-Sisi mengumumkan masa berkabung tiga hari.

Sinai terus bergolak setelah Presiden Mesir Muhammad Mursi dikudeta militer pada 2013. Serangan kaum militan di wilayah itu telah menewaskan ratusan polisi dan tentara di negara Nil tersebut.

Pemimpin Hizbullah Hasan Nasrallah dan putranya, Jawad Nasrallah. (Arabi21)

Twitter tutup akun milik putra pemimpin Hizbullah

Amerika memasukkan Jawad dalam daftar teroris bulan lalu. Washington DC menyatakan dia bertanggung jawab atas serangan teror terhadap Israel di Tepi Barat.

Menteri Dalam Negeri Prancis Christophe Castaner. (Twitter)

Prancis bersedia terima sebelas kombatan ISIS dideportasi dari Turki

Castaner mengatakan sekitar 250 warga Prancis bergabung dengan ISIS telah dipulangkan sejak 2014. 

Sadim al-Maliki, perempuan Arab Saudi bikin heboh karena berpakaian ketat dan terbuka. (Al-Bawaba)

Seorang pedagang di Jeddah bikin heboh karena berpakaian ketat dan terbuka

Sesuai aturan, Sadim terancam didenda seratus riyal. Kalau diulangi, dendanya 200 riyal. 

Sejumlah orang mengangkat jenazah ulama Arab Saudi, Syekh Fahad al-Qadi, meninggal dalam penjara pada 12 November 2019. (Twitter)

Setelah nasihati raja dan anaknya, ulama Saudi ditahan dan meninggal dalam penjara

Penangkapan terhadap para pembangkang kian getol dilakoni Saudi sejak Bin Salman menjadi calon raja Saudi pada Juni 2017. 





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Twitter tutup akun milik putra pemimpin Hizbullah

Amerika memasukkan Jawad dalam daftar teroris bulan lalu. Washington DC menyatakan dia bertanggung jawab atas serangan teror terhadap Israel di Tepi Barat.

14 November 2019

TERSOHOR