kabar

Persenjataan ISIS dari Amerika dan Arab Saudi

CAR menyatakan sekitar 90 persenjataan digunakan ISIS merupakan buatan Cina, Rusia, dan Eropa Timur.

15 Desember 2017 13:40

Persenjataan dimiliki milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) ternyata berasal dari Amerika dan Arab Saudi. Kesimpulan ini merupakan hasil penelitian lapangan di Irak dan Suriah selama tiga tahun dilakukan Conflict Armament Research (CAR).

CAR melansir hasil risetnya kemarin. CAR menganalisa lebih dari 40 ribu item ditemukan di medan tempur, termasuk persenjataan, amunisi, dan bahan-bahan baku bisa dipakai untuk membuat bom. Beberapa item diperoleh ISIS dengan cara berpindah aliansi di kalangan pemberontak Suriah.

Riset itu menyebutkan kebanyakan persenjataan ISIS dari hasil jarahan pada tentara Irak dan Suriah. Namun ada juga persenjataan berasal dari negara lain terlibat dalam pemberontakan untuk menggulingkan Presiden Suriah basyar al-Assad.

"Irak dan Suriah menemukan pasukan ISIS memakai sangat banyak persenjataan dari negara-negara, seperti Arab Saudi dan Amerika Serikat, buat menghadapi koalisi pasukan internasional anti-ISIS didukung kedua negara itu," kata CAR.

CAR menyatakan sekitar 90 persenjataan digunakan ISIS merupakan buatan Cina, Rusia, dan Eropa Timur.

Irak Sabtu pekan lalu mengumumkan kemenangan atas perang terhadap ISIS.

Menteri Dalam Negeri Prancis Christophe Castaner. (Twitter)

Prancis bersedia terima sebelas kombatan ISIS dideportasi dari Turki

Castaner mengatakan sekitar 250 warga Prancis bergabung dengan ISIS telah dipulangkan sejak 2014. 

Wilayah dikuasai ISIS. (govexec.com)

Kombatan ISIS terjebak di daerah tak bertuan setelah dideportasi dari Turki

Amerika menolak menerima lelaki itu, Turki juga tidak mau menampung kembali.

Milisi ISIS. (Dabiq/Global Look Press)

Turki mulai deportasi kombatan ISIS ke negara asal

Ankara kemarin memulangkan seorang kombatan ISIS asal Amerika Serikat dan tujuh jihadis ISIS dari Jerman dideportasi hari ini.

Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi saat berkhotbah Jumat awal Juli lalu di Masjid Agung di Kota Mosul, utara Irak. (www.aljazeera.com)

Abangnya Baghdadi bolak balik Suriah-Istanbul tanpa ketahuan

Yang mengherankan, menurut kedua pejabat intelijen Irak itu, Turki tidak pernah mengetahui pergerakan bebas Juma bolak balik Suriah-Istanbul.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Twitter tutup akun milik putra pemimpin Hizbullah

Amerika memasukkan Jawad dalam daftar teroris bulan lalu. Washington DC menyatakan dia bertanggung jawab atas serangan teror terhadap Israel di Tepi Barat.

14 November 2019

TERSOHOR