kabar

Putri Saddam Husain masuk dalam daftar buronan Irak

Raghad menekankan dia tidak tinggal di Yordania, namun dia tidak memberitahu di mana dia menetap.

05 Februari 2018 14:10

Pemerintah Irak telah memasukkan Raghad, putri tertua mendiang Presiden Irak Saddam Husain, dalam daftar buronan. 

Raghad masuk dalam daftar berisi 60 orang paling dicari oleh negara Dua Sungai itu. 

Sebanyak 60 orang dalam daftar buronan Irak tersebut, termasuk 28 anggota ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah), 12 dari Al-Qaidah, serta 20 asal Partai Baath.

Menanggapi hal itu, Raghad bilang bakal menggugat balik pemerintah Irak. Perempuan setengah abad ini menilai kebijakan Irak itu sebuah penghinaan bagi dirinya sebagai ibu lima anak dan putri dari mendiang presiden.

"Pemerintah Irak tidak punya kerjaan selain Raghad, padahal Irak tengah menderita akibat penjajahan," katanya dalam wawancara khusus dengan stasiun televisi Al-Arabiya.

Raghad menekankan dia tidak tinggal di Yordania, namun dia tidak memberitahu di mana dia menetap. 

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan penguasa Oman Sultan Qabus bin Said di Muskat, 26 Oktober 2018. (Courtesy)

Diplomat Sudan diterbangkan ke Israel untuk dirawat karena Covid-19 akhirnya meninggal

Hubungan Israel-Sudan mencair setelah Al-Burhan bertemu Netanyahu di Uganda Februari lalu. Kedua pemimpin sepakat buat menormalisasi relasi kedua negara.

Jalan di sekitar Masjid Al-Haram, Kota Makkah, lengang dari kendaraan sejak Arab Saudi memberlakukan jam malam pada 23 Maret 2020. (Haramain Info)

Korban wafat karena Covid-19 di Makkah tembus 200 orang

Jumlah penderita Covid-19 di Arab Saudi bertambah menjadi 81.766 orang, termasuk 458 meninggal.

Ibu Kota Kairo, Mesir. (afrika.com)

Protes alat pelindung diri kurang, puluhan dokter di Mesir berhenti

Sejak Maret lalu, 350 dokter di Mesir terjangkit Covid-19 dan 19 orang lainnya mengembuskan napas terakhir.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Kalah main game online, penasihat Bin Salman rusak televisi

Banyak pengguna media sosial mencemooh dan mengecam tindakan Turki asy-Syekh seperti kelakuan anak-anak. 





comments powered by Disqus