kabar

Putera mahkota Arab Saudi diduga penjarakan ibunya

Dia cemas sang ibu bisa mempengaruhi Raja Salman untuk mencegah dirinya merebut kekuasaan, sehingga memecah belah keluarga Bani Saud.

16 Maret 2018 08:30

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman - sudah memulai reformasi terhadap kaum hawa di negaranya - telah menempatkan ibunya dalam status tahanan rumah. Langkah ini diambil untuk menjauhkan sang ibu dari ayahnya, Raja Salman bin Abdul Aziz, agar tidak merecoki kariernya menuju takhta.

Mengutip 14 pejabat dan mantan petinggi Amerika Serikat mengumpulkan data intelijen bertahun-tahun, NBC News melaporkan Pangeran Muhammad bin Salman melarang Puteri Fahda binti Falah al-Hathlin bertemu Raja Salman, dan bahkan memenjarakan ibunya itu di istananya.

Para pejabat intelijen Amerika meyakini Pangeran Muhammad bin Salman cemas sang ibu bisa mempengaruhi Raja Salman untuk mencegah dirinya merebut kekuasaan, sehingga memecah belah keluarga Bani Saud.

Pangeran 33 tahun ini memakai beragam alasan buat menjelaskan kepada sang ayah, telah berumur 83 tahun, kenapa ibunya tidak pernah hadir. Kepada orang-orang dekatnya, Pangeran Muhammad bin Salman mengaku merindukan ibunya tapi bilang tidak tahu keberadaannya dan bagaimana keadaannya.

Fathimah Baisyin, juru bicara Kedutaan Besar Arab Saudi di Washington DC, membantah kabar itu. "Kalau Anda ingin bertanya langsung kepada yang mulia (Puteri Fahda), kami dengan senang hati akan mengaturkan segera," katanya. 

Perpecahan telah melanda Bani Saud setelah Juni tahun lalu Raja Salman menunjuk Pangeran Muhammad bin Salman sebagai putera mahkota, setelah mendepak abang sepupunya, Pangeran Muhammad bin Nayif. 

Konflik kian meruncing setelah awal November tahun lalu, Pangeran Muhammad bin Salman menangkapi para pangeran atas tudingan korupsi. Yang disasar adalah keluarga Pangeran Talal bin Abdul Aziz, keluarga mendiang Raja Fahad bin Abdul Aziz, keluarga mendiang Raja Abdullah bin Abdul Aziz. 

 

Salah, putra sulung mendiang Jamal Khashoggi. (Twitter)

Anak Khashoggi dapat vila di Jeddah dan fulus Rp 394 miliar sebagai diyat atas pembunuhan ayahnya

Direktur Eksekutif HUman Rights Watch (HRW) Kenneth Roth mencurigai pemberian maaf oleh keluarga mendiang Khashoggi tidak gratis.

Foto dan nama 15 warga Arab Saudi diduga terlibat dalam pembunuhan Jamal Khashoggi. (Sabah)

Keluarga Jamal Khashoggi maafkan para pembunuh ayah mereka

Khashoggi dihabisi di dalam kantor Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober 2018. Mayatnya kemudian dimutilasi dan sampai sekarang Saudi merahasiakan keberadaan potongan-potongan tubuh Khashoggi.

Mantan Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Nayif. (Arab News)

Anggota keluarga kerajaan Saudi ditahan Bin Salman cari dukungan ke Amerika dan Inggris

Seorang penasihat ternama untuk mantan Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Nayif telah menyewa Barry Bennet, pelobi menjadi konsultan Trump dalam kampanye pemilihan presiden.

Puteri Basmah binti Saud bin Abdul Aziz dari Arab Saudi. (Insider)

Bin Salman larang kakak sepupunya menelepon keluarga dari dalam penjara

Larangan itu keluar setelah dia meminta dibebaskan dari penjara pada 16 April.





comments powered by Disqus