kabar

Teka teki wakaf Habib Bugak Aceh

Pemerintah perlu menyambungkan komunikasi antara keluarga Habib Bugak dengan pengelola wakaf di Makkah.

06 April 2018 11:05

Memang benar tidak banyak yang tahu mengenai wakaf diberikan oleh Habib Abdurrahman bin Alwi al-Habsyi buat masyarakat Aceh. Jangankan masyarakat Aceh, keturunan Habib Abdurrahman - dikenal dengan sebutan Habib Bugak Aceh - juga belum mengetahui secara detail soal wakaf ini. 

Dari cerita kakek buyutnya, Alwi bin Dahlan al-Habsyi, keturunan Habib Bugak, mengungkapkan wakaf itu berupa sebidang tanah di atasnya berdiri sebuah rumah berlantai dua. Letaknya bersebelahan dengan Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. 

"Saya tidak tahu berapa luasnya," kata Alwi saat dihubungi Albalad.co melalui telepon selulernya kemarin. Dia menambahkan penyerahan wakaf itu dilakukan pada 1224 Hijriyah atau 1809 Masehi. 

Dia bilang wakaf itu telah berkembang menjadi beberapa hotel, namun dia mengaku tidak mengetahui bagaimana bisa wakaf itu berkembang luas. 

Alwi cuma menyebutkan wakaf asli telah digusur pada 1935 karena lahan wakaf terkena areal perluasan Masjid Al-Haram. 

Dia mengakui hingga kini pihaknya belum mengetahui siapa pengelola wakaf Habib Bugak. "Mereka tidak pernah menghubungi kami," ujar Alwi. 

Dia menekankan sebagai orang alim dan zuhud, Habib Abdurrahman tidak ingin tersohor karena memberikan wakaf tanah di Makkah bagi rakyat Aceh. Karena itu, dia cuma menulis namanya dalam surat wakaf sebagai Habib Bugak al-Asyi. 

Bugak adalah nama kampung tempat tinggalnya di Bireuen, Aceh. Sedangkan Al-Asyi adalah bahasa Arab untuk Aceh. 

Menurut dia, keluarga Habib Bugak juga pernah meminta bantuan Kementerian Agama untuk menghubungkan antara keturunan Habib Bugak dengan pengelola wakaf. Tapi sampai sekarang belum ada tanggapan. 

Agar wakaf Habib Bugak Aceh itu jelas dan tidak terus menjadi teka teki, pemerintah perlu menyambungkan komunikasi antara keluarga Habib Bugak dengan pengelola wakaf di Makkah.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (alriyadh.com)

Ketambahan 1.815 kasus baru, jumlah pengidap Covid-19 di Saudi jadi 78.541 orang

Penderita Covid-19 di Makkah bertambah menjadi 14.830 orang, termasuk 194 meninggal.

Sejumlah pekerja membersihkan pelataran Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi, 17 Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Arab Saudi cabut larangan salat berjamaah di semua masjid kecuali di Makkah

Untuk menggelar salat Jumat, pengurus harus membuka masjid 20 menit sebelum waktu salat tiba dan mengunci kembali masjid 20 menit sehabis bubaran salat. Pelaksanaan salat Jumat dan khotbah tidak boleh lebih dari 15 menit.

Suasana di pelataran Masjid Al-Haram, Kota Makkah, setelah Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz memerintahkan isolasi terhadap kota Makkah, Madinah, Riyadh pada 25 Maret 2020. (Haramain Info)

Ketambahan 1.931 kasus baru, jumlah penderita Covid-19 di Saudi jadi 76.726 orang

Pengidap Covid-19 di Makkah melonjak menjadi 14.668 orang, termasuk 190 meninggal.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Mulai 21 Juni, penduduk Arab Saudi bebas berkegiatan kecuali yang tinggal di Makkah

Meski mulai 21 Juni kehidupan kembali normal di Arab Saudi, penerbangan internasional dan umrah masih dilarang.





comments powered by Disqus