kabar

Imigrasi bantah soal kebijakan pemberian visa turis bagi warga Israel

Agung menekankan berita menyatakan Indonesia memberikan visa wisata bagi warga negara Israel adalah kabar bohong. Dia berharap masyarakat tidak terpancing dengan berita menyesatkan itu.

04 Mei 2018 19:46

Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia membantah kabar menyebutkan pemerintah mengeluarkan kebijakan visa turis bagi warga Israel berlaku mulai 1 Mei lalu.

"Pemerian visa kepada warga negara asing tidak memiliki hubungan diplomatik dengan mekanisme calling visa melalui Kementerian Luar Negeri beranggotakan beberapa instansi terkait, termasuk Direktorat Jenderal Imigrasi," kata Agung Sampurno, Kepala Bagian Hubungan Kemasyarakatan dan Umum Direktorat Jenderal Imigrasi, hari ini dalam siaran pers diterima Albalad.co.

Agung menekankan berita menyatakan Indonesia memberikan visa wisata bagi warga negara Israel adalah kabar bohong. Dia berharap masyarakat tidak terpancing dengan berita menyesatkan itu.

Kabar pemberian visa ;pelancong untuk warga Israel ini pertama kali dilansir oleh surat kabar Haaretz. Dalam berita itu, disebutkan visa turis untuk warga negara Zionis itu berlaku mulai 1 Mei dan bisa diajukan melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura.

Albalad.co mendapat konfirmasi mengenai informasi ini dari Wakil Ketua Kamar Dagang Israel-Indonesia Emanuel Shahaf. "Kebijakan visa turis untuk warga Israel ini bakal berlaku beberapa bulan saja," katanya kepada Albalad.co melalui WhatsApp hari ini. "Untuk tahap awal hanya berlaku untuk warga muslim Israel, berjumlah 20 persen dari total penduduk Israel."

Shahaf menambahkan pemerintah Indonesia akan terus memantau kebijakan pemberian visa bagi warga negara Zionis itu, terkait dampak dan keuntungannya bagi Indonesia.

Shahaf mendapatkan informasi ini dari beberapa kolega pengusaha di Indonesia.

Mantan menteri Komunikasi Israel Ayub Kara. Dia adalah orang kepercayaan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk urusan negara Arab dan muslim. (Wikipedia)

Orang kepercayaan Netanyahu sebut Indonesia sangat butuh teknologi dari Israel

"Isu Palestina tidak lagi relevan saat ini. Negara-negara Timur Tengah juga sudah berhenti membahas masalah Palestina. Mereka tidak peduli lagi dengan Palestina, menyedihkan," ujar Ayub Kara.

Delegasi muslim asal Indonesia, termasuk dua pejabat MUI - Profesor Istibsyaroh dan Kiai Mayshudi Suhud - saat diterima di kediaman Presiden Israel Reuven Rivlin pada 18 Januari 2017. (Albalad.co/Istimewa)

Netanyahu: Kami ingin bina hubungan diplomatik dengan Indonesia

Sudah tiga kali terjadi pertemuan antara perdana menteri Israel dengan pemimpin Indonesia, yaitu Yitzhak Rabin dan Soeharto (1993), Abdurrahman Wahid dan Ehud Barak (2001), serta Jusuf Kalla dan Netanyahu (2018).

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tengah membahas rencana pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di gedung Putih pada Senin, 5 Maret 2018, waktu Washington DC. (Twitter/@netanyahu)

Kemlu Israel tidak bantah soal adanya pertemuan Netanyahu dan Jusuf Kalla

Pertemuan berlangsung Sabtu pekan lalu di New York.

Peserta program pendidikan pertanian di the Arava International Center of Agriculture Training (AICAT), berlokasi di selatan Israel. (aicat-arava.com)

52 mahasiswa Indonesia belajar pertanian di Israel

Mereka belajar selama sepuluh bulan dan lulus Juni lalu.





comments powered by Disqus