kabar

Kemlu Israel benarkan soal pemberian visa turis dari Indonesia

"Saya memahami hal ini tidak resmi tapi kebijakan pemberian visa turis buat warga Israel benar ada dan jumlahnya terbatas," kata Nahshon.

06 Mei 2018 16:40

Meski dibantah, Pemerintah Israel membenarkan soal kebijakan pemberian visa turis oleh Indonesia bagi warga negara Zionis itu. 

Pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia telah membantah hal itu. Dalam siaran persnya, Direktorat Jenderal Imigrasi bilang kebijakan pemberian visa untuk warga Israel adalah kabar bohong. 

Tapi juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel Emmanuel Nahshon berkata lain. Dia menambahkan visa pelancong disediakan untuk warga Israel berjumlah beberapa ratus saja.

"Saya memahami hal ini tidak resmi tapi kebijakan pemberian visa turis buat warga Israel benar ada dan jumlahnya terbatas," kata Nahshon kepada Albalad.co melalui WhatsApp hari ini. "Ini inisiatif dari Kamar Dagang Israel-Indonesia."

Kepada Albalad.co kemarin, Wakil Ketua Kamar Dagang Israel-Indonesia Emmanuel Shahaf menjelaskan kebijakan pemberian visa ini berlaku sejak 1 Mei lalu. Keputusan ini berlaku beberapa bulan saja dan akan dipantau terkai dampak serta keuntungannya bagi Indonesia.

Shahaf mengungkapkan untuk tahap awal visa pelesircuma bakal diberikan bagi warga muslim Israel, sebanyak 20 persen dari total penduduk negara Bintang Daud itu. 

Majelis Ulama Indonesia mengecam kebijakan ini dan mendesak pemerintah segera membatalkan hal itu.

 

 

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berkomunikasi dengan Muhammad Saud, narablog Arab Saudi, melalui aplikasi telepon video Facetime pada 26 Desember 2019. (Screengrab)

Pejabat Israel klaim Indonesia kian dekat dengan Israel

"Itu kan cuma klaim sepihak," ujar seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Indonesia.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel Lior Hayat. (Lior Hayat buat Albalad.co)

Indonesia dan Israel sama-sama rugi kalau tidak bina hubungan resmi

Negara Zionis itu tidak memiliki ganjalan buat menjalin hubungan resmi dengan Indonesia.

Mantan menteri Komunikasi Israel Ayub Kara. Dia adalah orang kepercayaan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk urusan negara Arab dan muslim. (Wikipedia)

Orang kepercayaan Netanyahu sebut Indonesia sangat butuh teknologi dari Israel

"Isu Palestina tidak lagi relevan saat ini. Negara-negara Timur Tengah juga sudah berhenti membahas masalah Palestina. Mereka tidak peduli lagi dengan Palestina, menyedihkan," ujar Ayub Kara.

Delegasi muslim asal Indonesia, termasuk dua pejabat MUI - Profesor Istibsyaroh dan Kiai Mayshudi Suhud - saat diterima di kediaman Presiden Israel Reuven Rivlin pada 18 Januari 2017. (Albalad.co/Istimewa)

Netanyahu: Kami ingin bina hubungan diplomatik dengan Indonesia

Sudah tiga kali terjadi pertemuan antara perdana menteri Israel dengan pemimpin Indonesia, yaitu Yitzhak Rabin dan Soeharto (1993), Abdurrahman Wahid dan Ehud Barak (2001), serta Jusuf Kalla dan Netanyahu (2018).





comments powered by Disqus