kabar

Indonesia batalkan kebijakan visa bagi warga Israel

Israel memang tidak memiliki hubungan resmi dengan Indonesia, namun kedua negara menjalin hubungan ekonomi. Alhasil, warga Israel bisa berkunjung ke Indonesia menggunakan visa pelancong dan bisnis.

24 Mei 2018 08:41

Pemerintah Indonesia telah membatalkan kebijakan pemberian visa bagi warga negara Israel sebagai respon terhadap pembantaian atas demonstran Palestina di sepanjang perbatasan Jalur Gaza-Israel Senin pekan lalu.

Ratusan ribu warga Gaza berunjuk rasa menolak pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat dari Ibu Kota Tel Aviv, Israel, ke Yerusalem. Para pengunjuk rasa mendapat tembakan peluru tajam dan insiden pada Senin pekan lalu itu menewaskan 65 orang, termasuk bayi berumur delapan bulan, dan melukai 3.244 lainnya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel Emmanuel Nahshon mengatakan larangan bagi warga negara Bintang Daud itu untuk berkunjung ke Indonesia berlaku sejak pekan lalu, seperti dilansir Yediot Ahronot. Dia menambahkan Israel tengah berupaya agar Indonesia menganulir keputusan itu.  

Israel memang tidak memiliki hubungan resmi dengan Indonesia, namun kedua negara menjalin hubungan ekonomi. Alhasil, warga Israel  bisa berkunjung ke Indonesia menggunakan visa pelancong dan bisnis.

Secara keseluruhan sejak protes digelar pada 30 Maret lalu, sebanyak 112 warga Gaza terbunuh dan lebih dari sembilan ribu lainnya cedera.

Mantan menteri Komunikasi Israel Ayub Kara. Dia adalah orang kepercayaan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk urusan negara Arab dan muslim. (Wikipedia)

Orang kepercayaan Netanyahu sebut Indonesia sangat butuh teknologi dari Israel

"Isu Palestina tidak lagi relevan saat ini. Negara-negara Timur Tengah juga sudah berhenti membahas masalah Palestina. Mereka tidak peduli lagi dengan Palestina, menyedihkan," ujar Ayub Kara.

Delegasi muslim asal Indonesia, termasuk dua pejabat MUI - Profesor Istibsyaroh dan Kiai Mayshudi Suhud - saat diterima di kediaman Presiden Israel Reuven Rivlin pada 18 Januari 2017. (Albalad.co/Istimewa)

Netanyahu: Kami ingin bina hubungan diplomatik dengan Indonesia

Sudah tiga kali terjadi pertemuan antara perdana menteri Israel dengan pemimpin Indonesia, yaitu Yitzhak Rabin dan Soeharto (1993), Abdurrahman Wahid dan Ehud Barak (2001), serta Jusuf Kalla dan Netanyahu (2018).

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tengah membahas rencana pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di gedung Putih pada Senin, 5 Maret 2018, waktu Washington DC. (Twitter/@netanyahu)

Kemlu Israel tidak bantah soal adanya pertemuan Netanyahu dan Jusuf Kalla

Pertemuan berlangsung Sabtu pekan lalu di New York.

Peserta program pendidikan pertanian di the Arava International Center of Agriculture Training (AICAT), berlokasi di selatan Israel. (aicat-arava.com)

52 mahasiswa Indonesia belajar pertanian di Israel

Mereka belajar selama sepuluh bulan dan lulus Juni lalu.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Pendiri Helm Putih tewas bunuh diri

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova pekan lalu menuding Le Mesurier memiliki kaitan dengan kelompok-kelompok teroris. 

13 November 2019

TERSOHOR