kabar

Berkenalan dengan muazin Masjid Al-Haram

Ali Ahmad al-Mulla menjadi muazin Masjid Al-Haram sejak 1975.

25 Mei 2018 11:04

Lima kali sehari selama lebih dari empat dasawarsa dia mengumandangkan azan di Masjid Al-Haram, Makkah, Arab Saudi.

Dia adalah Ali Ahmad al-Mulla, dijuluki Bilal Masjid Al-Haram, merujuk pada nama Bilal, sahabat Nabi Muhammad ditugaskan mengumandangkan azan di Masjid Nabawi.

Muazin di Masjid Al-Haram secara turun temurun memang dijabat oleh keluarga Ali. Dilahirkan pada 1945 di Makkah dari keluarga muazin Masjid Al-Haram, Ali mulai menjadi muazin di masjid ini pada 1975, menggantikan putra pamannya Syekh Abdul Malak al-Mulla telah wafat.

Kakeknya Syekh Ali, ayahnya Siddiq, dua pamannya, dan dua sepupunya pernah menjadi muazin Masjid Al-Haram.

Ali bilang kabar terbaik dia dengar sepanjang hidupnya adalah ketika sang ayah memberitahu dirinya bakal menjadi muazin Masjid Al-Haram selanjutnya. Teman-temannya mendukung pencalonan dirinya sebagai muazin di masjid paling disucikan kaum muslim sejagat, selain Masjid Nabawi di Madinah dan Masjid Al-Aqsa di Yerusalem.

Ali juga menjadi saksi pencaplokan Masjid Al-Haram oleh pasukan dipimpin Juhaiman al-Utaibi, mengaku sebagai Imam Mahdi. Akibat penguasaan itu, tidak ada kegiatan salat di Masjid Al-Haram selama 23 hari.

Setelah pasukan pemerintah Arab Saudi menguasai kembali Masjid Al-Haram, Ali untuk pertama kalinya lagi mengumandangkan azan magrib. Salat magrib berjamaah itu dihadiri oleh Raja Khalid bin Abdul Aziz. 

 

Syekh Adil al-Kalbani, mantan imam Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. (YouTube)

Mantan imam Masjid Al-Haram kritik pemisahan saf lelaki dan perempuan gunakan partisi

Syekh Adil menegaskan pemisahan saf lelaki dan perempuan terjadi saat ini tidak memiliki akar dalam tradisi Islam dan itu merupakan bentuk paranoid (ketakutan sekali) terhadap kaum hawa.





comments powered by Disqus