kabar

Karena ada larangan, lima mahasiswa Indonesia gagal lanjutkan kuliah ke Israel

Mereka terdiri dari tiga perempuan dan dua lelaki. Mereka mendapat beasiswa dari Universitas Hebrew dan Universitas Tel Aviv.

30 Mei 2018 18:56

Larangan bagi warga Indonesia berkunjung ke Israel, berlaku sejak kemarin, memakan banyak korban. Selain para peziarah ingin ke negara Zionis itu, peserta pelatihan dan penerima beasiswa juga menjadi korban.

Kepada Albalad.co hari ini, Steve Stein, pengusaha Israel menjadi fasilitator bagi program pelatihan dan beasiswa untuk orang-orang Indonesia ke Israel, mengungkapkan dirinya terpaksa membatalkan program pelatihan mengenai manajemen air dan pertanian untuk keamanan pangan bagi 30 prfesinal dari Indonesia.  
Dia menambahkan dirinya juga membatalkan program pelatihan keamanan 17 orang asal Indonesia di bidang keamanan. Kedua program pelatihan ini dijadwalkan berjalan dua pekan.

"Lima mahasiswa Indonesia juga gagal melanjutkan kuliah program master dan PhD di Israel," kata Stein kepada Albalad.co melalui WhatsApp hari ini. "Mereka terdiri dari tiga perempuan dan dua lelaki. Mereka mendapat beasiswa dari Universitas Hebrew dan Universitas Tel Aviv."

Menurut dia, kelima mahasiswa Indonesia itu berasal dari Jawa Barat dan Sulawesi. Mereka mengambil jurusan kedokteran.

Demi keamanan, Stein menolak memberitahu identitas kelima mahasiswa itu dan asal kampus mereka.

Stein adalah salah satu perintis hubungan Israel-Indonesia dan terlibat aktif saat era Presiden Abdurrahman Wahid. Ketika tsunami menghantam Aceh pada 26 Desember 2004, Stein menggalang bantuan makanan dan obat-obatan sebanyak 75 ton. Dia menerbangkan semua itu ke Aceh dengan Boeing 747.

Stein juga melaksanakan misi kemanusiaan untuk membantu korban gempa di Yorgyakarta pada 2006. Dia pernah memfasilitasi operasi jantung bayi lelaki muslim berusia 14 bulan ke Israel dan menanggung tiket pesawat untuk ibunya sekalian.

Stein menegaskan larangan diberlakukan pemerintah Israel ini sebagai balasan atas tindakan serupa dilakukan oleh Indonesia. "Gegara krisis ini, saya juga harus menghentikan semua proyek pertanian dan perairan saya di seluruh Indonesia," ujarnya.

Larangan bagi turis dari Indonesia ini dikeluarkan oleh Departemen Kontrol Perbatasan di Otoritas Penduduk dan Imigrasi Israel. Larangan itu tertuang dalam surat keputusan bertanggal 29 Mei 2018 dan ditandatangani oleh Kepala Departemen Kontrol Perbatasan Michel Yosfon.

Dalam salinan surat diterima Albalad.co hari ini, Yosfon bilang keputusan itu keluar atas arahan dari Kementerian Luar Negeri Israel. Dia menambahkan kebijakan ini diambil sebagai jawaban atas keputusan serupa oleh Indonesia.

Menurut Yosfon, satu rombongan wisatawan asal Indonesia dijadwalkan tiba pada 9 Juni mendatang tetap akan diizinkan menyeberang ke Israel.

"Permohonan kunjungan setelah tanggal itu akan ditolak," kata Yoafon. "Larangan ini berlaku bagi pemegang paspor Indonesia datang sendirian atau berkelompok."

Yosfon mengatakan larangan berkunjung bagi warga Indonesia ini berlaku sampai batas waktu belum ditentukan.

Larangan tersebut menghambat para peziarah Nasrani, muslim, dan Yahudi ingin ke Israel.

Mantan menteri Komunikasi Israel Ayub Kara. Dia adalah orang kepercayaan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk urusan negara Arab dan muslim. (Wikipedia)

Orang kepercayaan Netanyahu sebut Indonesia sangat butuh teknologi dari Israel

"Isu Palestina tidak lagi relevan saat ini. Negara-negara Timur Tengah juga sudah berhenti membahas masalah Palestina. Mereka tidak peduli lagi dengan Palestina, menyedihkan," ujar Ayub Kara.

Delegasi muslim asal Indonesia, termasuk dua pejabat MUI - Profesor Istibsyaroh dan Kiai Mayshudi Suhud - saat diterima di kediaman Presiden Israel Reuven Rivlin pada 18 Januari 2017. (Albalad.co/Istimewa)

Netanyahu: Kami ingin bina hubungan diplomatik dengan Indonesia

Sudah tiga kali terjadi pertemuan antara perdana menteri Israel dengan pemimpin Indonesia, yaitu Yitzhak Rabin dan Soeharto (1993), Abdurrahman Wahid dan Ehud Barak (2001), serta Jusuf Kalla dan Netanyahu (2018).

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tengah membahas rencana pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di gedung Putih pada Senin, 5 Maret 2018, waktu Washington DC. (Twitter/@netanyahu)

Kemlu Israel tidak bantah soal adanya pertemuan Netanyahu dan Jusuf Kalla

Pertemuan berlangsung Sabtu pekan lalu di New York.

Peserta program pendidikan pertanian di the Arava International Center of Agriculture Training (AICAT), berlokasi di selatan Israel. (aicat-arava.com)

52 mahasiswa Indonesia belajar pertanian di Israel

Mereka belajar selama sepuluh bulan dan lulus Juni lalu.





comments powered by Disqus