kabar

Parlemen Israel: Lebih mudah bekerja sama dengan Indonesia di zaman Soeharto

Ada dua keuntungan kalau Indonesia mau membina hubungan diplomatik dengan Israel.

31 Mei 2018 05:50

Hubungan Indonesia-Israel kembali menjadi sorotan setelah kedua negara saling melarang warganya masing-masing berkunjung. Pemicunya adalah pembantaian 63 warga Palestina saat berdemonstrasi di sepanjang perbatasan Jalur-Gaza Israel pada 14 Mei, menolak pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat dari Ibu Kota Tel Aviv, Israel, ke Yerusalem.

Tidak lama setelah itu, Indonesia langsung membatalkan kebijakan visanya bagi warga negara Zionis itu. Sumber Abalad.co di industri pariwisata Israel bilang dua hari setelah peresmian Kedutaan Amerika di Yerusalem, rombongan 25 pelancong asal Israel ditolak masuk ke Indonesia. "Mereka waktu itu sudah di Singapura dan telah memiliki visa Indonesia," katanya kemarin.

Israel membalas. Sejak Selasa pekan ini, negara Bintang Daud melarang warga Indonesia, datang sendirian atau berkelompok, memasuki wilayah Israel.

Memang hubungan Indonesia-Israel mengalami pasang surut sejak Orde baru tumbang. Wakil Ketua Knesset (parlemen Israel) Yehiel Hilik Bar mengakui di permulaan Orde Reformasi, ketika Presiden Abdurrahman Wahid berkuasa, ada keinginan terbuka dari pemerintah Indonesia untuk membina hubungan diplomatik dengan Israel.

"Namun pada kenyataannya, hanya ada sedikit kemajuan kecuali soal legalisasi hubungan dagang dengan Israel," kata Bar kepada Albalad.co melalui pesan WhatsApp hari ini. "Yang saya tahu Soeharto melakukan banyak hal dan Wahid (Abdurrahman Wahid) berusaha sangat keras."

Lelaki 43 tahun ini membenarkan Israel menikmati hubungan lebih baik dengan Indonesia di era rezim Soeharto. "Perdagangan dan proyek-proyek bersama Indonesia-Israel lebih mudah diselesaikan karena semua keputusan akhir atas semua hal dibutuhkan berada di tangannya," ujar Bar. "Namun di era demokrasi sekarang, segalanya menjadi lebih rumit."

Bar menegaskan Indonesia sangat berkepentingan membangun hubungan resmi dengan Israel. Dia menyebutkan ada dua keuntungan bakal diperoleh Indonesia kalau mau mewujudkan hal itu, yakni membantu Palestina sekaligus membangun perekonomian Indonesia sendiri.

Seperti kebanyakan pejabat Israel kerap ditanya oleh Albalad.co, Bar pun membenarkan Indonesia sangat penting buat Israel. "Karena Indonesia adalah negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara dan Indonesia adalah pasar sangat luas buat Israel," tuturnya.  

Mantan menteri Komunikasi Israel Ayub Kara. Dia adalah orang kepercayaan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk urusan negara Arab dan muslim. (Wikipedia)

Orang kepercayaan Netanyahu sebut Indonesia sangat butuh teknologi dari Israel

"Isu Palestina tidak lagi relevan saat ini. Negara-negara Timur Tengah juga sudah berhenti membahas masalah Palestina. Mereka tidak peduli lagi dengan Palestina, menyedihkan," ujar Ayub Kara.

Delegasi muslim asal Indonesia, termasuk dua pejabat MUI - Profesor Istibsyaroh dan Kiai Mayshudi Suhud - saat diterima di kediaman Presiden Israel Reuven Rivlin pada 18 Januari 2017. (Albalad.co/Istimewa)

Netanyahu: Kami ingin bina hubungan diplomatik dengan Indonesia

Sudah tiga kali terjadi pertemuan antara perdana menteri Israel dengan pemimpin Indonesia, yaitu Yitzhak Rabin dan Soeharto (1993), Abdurrahman Wahid dan Ehud Barak (2001), serta Jusuf Kalla dan Netanyahu (2018).

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tengah membahas rencana pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di gedung Putih pada Senin, 5 Maret 2018, waktu Washington DC. (Twitter/@netanyahu)

Kemlu Israel tidak bantah soal adanya pertemuan Netanyahu dan Jusuf Kalla

Pertemuan berlangsung Sabtu pekan lalu di New York.

Peserta program pendidikan pertanian di the Arava International Center of Agriculture Training (AICAT), berlokasi di selatan Israel. (aicat-arava.com)

52 mahasiswa Indonesia belajar pertanian di Israel

Mereka belajar selama sepuluh bulan dan lulus Juni lalu.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

isis rusak gereja

Turki deportasi seorang kombatan ISIS asal Amerika

Muhammad Darwis B. tadinya terjebak di antara Turki dan Yunani karena ditolak oleh Amerika dan Yunani.

15 November 2019

TERSOHOR