kabar

Milisi Asy-Syabab larang penggunaan kantong plastik

Asy-Sybab juga mengumumkan larangan menebang pohon-pohon langka.

06 Juli 2018 11:21

Milisi Asy-Syabab baru-baru ini mengumumkan larangan penggunaan kantong plastik dengan alasan untuk memelihara lingkungan.

Pengumuman resmi itu dilansir Radio Andalus milik Asy-Syabab.

Kelompok pemberontak di Somalia dan berafiliasi dengan jaringan Al-Qaidah ini memang dikenal peduli dengan lingkungan.

Pemimpin regional Asy-Syabab Muhammad Abu Abdullah bilang kantong plastik memberi ancaman serius terhadap manusia dan hewan ternak. "Polusi lantaran plastik merusak lingkungan," katanya.

Asy-Sybab juga mengumumkan larangan menebang pohon-pohon langka.

Pada 2016, majalah terbitan Asy-Syabab cabang Yaman mengkritik Presiden Amerika Serikat Barack Obama karena dianggap gagal mengatasi perubahan iklim.

Asy-Syabab, diperkirakan berkekuatan 7-9 ribu tentara pada 2014, telah mundur dari kota-kota besar pada 2015 meski masih mengontrol sebagian besar desa di Somalia.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Pejabat senior Israel melawat ke Saudi

Bin Salman Maret lalu bilang Israel berpotensi menjadi sekutu Saudi. 

Putera Mahkota Abu Dhabi sekaligus pemimpin de facto Uni Emirat Arab Syekh Muhammad bin Zayid an-Nahyan berbisik kepada tamunya, Perdana Menteri Israel Naftali Bennett di Ibu Kota Abu Dhabi, 13 Desember 2021. (Haim Zach/GPO)

Parlemen Irak sahkan undang-undang antinormalisasi dengan Israel

Siapa saja melanggar undang-undang antinormalisasi dengan Israel diancam hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Baiat anggota ISIS di Irak terhadap pemimpin baru Abu Al-Hasan al-Hasyimi al-Quraisyi. (ISIS)

Tipu pengikut di seluruh dunia, ISIS berbohong soal kematian juru bicaranya

Abu Hamzah tewas awal November tahun lalu, bukan awal Februari tahun ini seperti diumumkan juru bicara baru ISIS.

Struktur kepemimpinan ISIS. (Center for Global Policy)

Pemimpin baru ISIS ditangkap di Istanbul

Dua pemimpin ISIS sebelumnya tewas meledakkan diri.





comments powered by Disqus