kabar

Arab Saudi masih tahan anak mendiang Raja Fahad di tempat rahasia

Penangkapan Pangeran Abdul Aziz bin Fahad atas perintah Putera Mahkota Abu Dhabi Syekh Muhammad bin Zayid.

25 Juli 2018 09:14

Arab Saudi masih menahan Pangeran Abdul Aziz bin Fahad, putra bungsu sekaligus anak kesayangan dari mendiang Raja Fahad bin Abdul Aziz, di lokasi dirahasiakan sejak September tahun lalu.

Situd berita Arabi21 melaporkan lelaki 45 tahun itu dibekuk atas perintah Putera Mahkota Abu Dhabi Syekh Muhammad bin Zayid, merupakan sahabat sekaligus mentor dari Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. Rekaman video berisi proses penangkapan,pelecehan, dan penyiksaan terhadap Pangeran Abdul Aziz telah dikirim kepada Syekh Muhammad bin Zayid.

Mengutip seorang sumber di Arab Saudi, Arabi21 menulis Pangeran Abdul Aziz tengah pelesiran dengan kapal pesiar supermewahnya di lepas pantai Spanyol saat pamannya, Raja Salman bin Abdul Aziz, menghubungi dan meminta dia pulang ke Arab Saudi. Sebelum pelaksanaan ibadah haji pada September 2017, Pangeran Abdul Aziz kembali ke negara Kabah dan berharap bisa liburan lagi setelah musim haji berakhir. Tapi hal itu tidak menjadi kenyataan.

Sumber itu bilang saat dibekuk, Pangeran Abdul Aziz dipukuli dan dipermalukan, mengakibatkan dia luka dan sangat tertekan. "Keadaan kian memburuk dan dia kemudian dirawat di rumah sakit," katanya. "Dia lalu menghilang dari rumah sakit dan muncul selentingan dia meninggal. Dia sebenarnya masih hidup dan mendekam dalam penjara rahasia."

Menurut sumber ini, aparat keamanan rutin mengunjungi keluarga Pangeran Abdul Aziz untuk meminta pakaian baru bagi sang pangeran.

Pangeran Abdul Aziz ditangkap pada September tahun lalu setelah menulis sejumlah komentar di akun Twitternya pada Juli, menyerang keluarga penguasa di Uni Emirat Arab. Dia ditekan untuk berhenti mengecam pemimpin UEA dan menghapus semua cuitannya, tapi dia menolak.

Dia ditangkap beberapa hari setelah bertemu Raja Salman di istananya di Kota Makkah.

Dua bulan setelah itu, aparat keamanan Arab Saudi membekuk lusinan pangeran, konglomerat dan pejabat atas tuduhan terlibat korupsi. Penangkapan besar-besaran ini atas perintah Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi sekaligus Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman.

Penangkapan ini dianggap sebagai upaya Pangeran Muhammad bin Salman membungkam para pesaingnya menuju takhta. Sumber Albalad.co dalam lingkungan istana mengungkapkan masih ada 12-18 pangeran mendekam dalam Penjara Al-Hayar karena menolak menyerahkan harta mereka sebagai syarat pembebasan.

Saud al-Qahtani (Twitter)

Orang dekat Bin Salman bebas dari dakwaan terlibat pembunuhan Khashoggi

Ketiga orang dinyatakan tidak bersalah itu adalah Saud al-Qahtani merupakan mantan penasihat Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman, bekas Konsul Jenderal Saudi di Istanbul Muhammad al-Utaibi, dan eks wakil kepala badan intelijen Saudi Brigadir Jenderal Ahmad as-Siri.

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Lima pembunuh Khashoggi dapat hukuman mati

Kongres Amerika Serikat, CIA, Turki, dan pelapor khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa menyimpulkan perintah buat membunuh Khashoggi berasal dari Bin Salman.

Sejumlah orang mengangkat jenazah ulama Arab Saudi, Syekh Fahad al-Qadi, meninggal dalam penjara pada 12 November 2019. (Twitter)

Setelah nasihati raja dan anaknya, ulama Saudi ditahan dan meninggal dalam penjara

Penangkapan terhadap para pembangkang kian getol dilakoni Saudi sejak Bin Salman menjadi calon raja Saudi pada Juni 2017. 

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Arab Saudi rekrut pegawai Twitter buat mata-matai para pengkritik

Ketiga warga Saudi itu diarahkan oleh seorang pejabat Saudi tidak disebut namanya. Dia bekerja untuk seseorang bersandi Royal Family Member-1, menurut surat kabar the Washington Post adalah Pangeran Muhammad bin Salman.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Ulama top Arab Saudi akan berdoa di bekas kamp pembantaian orang Yahudi di Polandia

Syekh Muhammad bin Abdul Karim al-Isa menyerukan kepada semua umat Islam untuk mempelajari sejarah Holocaust.

21 Januari 2020

TERSOHOR