kabar

Raja Salman tidak tepati janji beri santunan bagi korban derek jatuh di Masjid Al-Haram

Lagi-lagi Arab Saudi melanggar janji untuk mengumumkan hasil penyelidikan atas tabrakan arus jamaah haji menewaskan lebih dari 2.400 orang. Raja Salman juga menolak meminta maaf dan mengakui kesalahan.

20 Agustus 2018 20:15

Peristiwa jatuhnya sebuah derek raksasa di Masjid Al-Haram, Kota Makkah, sudah tiga tahun berlalu, namun Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz tidak menepati janjinya untuk memberikan santunan kepada keluarga korban meninggal dan cedera.

Derek raksasa itu ambruk di tengah hujan deras dan angin kencang menghantam sekitar Masjid Al-Haram. Insiden di musim haji 2015 ini menewaskan 111 orang dan melukai lebih dari 200 lainnya.

Dalam hitungan hari, Raja Salman berjanji secara terbuka bakal memberikan fulus santunan kepada keluarga korban meninggal sebesar satu juta riyal dan untuk kerabat korban cedera senilai 500 ribu riyal. Namun janji itu tidak kunjung ditepati. Sejauh ini tidak ada kabar kapan santunan itu akan diterima keluarga korban.

Ketua Bidang Luar Negeri Majelis Ulama Indonesia Muhyiddin Junaidi juga mempertanyakan mengapa sampai sekarang santunan bagi keluarga korban derek roboh di Masjid Al-Haram belum diterima keluarga korban. 

Jatuhnya derek raksasa ini berlangsung dua pekan sebelum tragedi Mina menewaskan lebih dari 2.400 jamaah haji. Lagi-lagi Arab Saudi melanggar janji untuk mengumumkan hasil penyelidikan. Raja Salman juga menolak meminta maaf dan mengakui kesalahan.

Seorang gadis di Kota Makkah bernyanyi rap di sebuah kedai kopi. Rekaman videonya menuai kritikan dan kecaman. (Screengrab)

Gadis Makkah bernyanyi rap hebohkan Arab Saudi

Banyak orang menilai rekaman video lagu rap itu menistakan status Makkah sebagai kota suci dan tidak menunjukkan kepribadian gadis Makkah.

Suasana jamaah bertawaf di Kabah pada Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Bumi kian panas, berhaji pada 2047-2052 berbahaya bagi kesehatan

Musim panas di Arab Saudi berlangsung saban Mei hingga Agustus.

Suasana jamaah bertawaf di Kabah pada Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Raja Fahad perintahkan penulisan benar dalam huruf Latin adalah Makkah

Media Barat kerap menulis dengan Mecca. Bahkan media-media di Indonesia juga beragam menulis: Mekah atau Mekkah.





comments powered by Disqus