kabar

Syekh Yusuf Qaradawi: Memberi makan orang lapar lebih baik ketimbang berhaji atau berumrah tiap tahun

Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Mesir menempatkan Syekh Yusuf dalam daftar teroris pada 8 Juni 2017, tiga hari setelah keempat negara Arab ini memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar.

24 Agustus 2018 07:51

Syekh Yusuf al-Qaradawi baru-baru ini mengeluarkan fatwa, memberi makan orang lapar lebih baik ketimbang berhaji dan berumrah saban tahun.

Melalui akun Twitternya, ulama Mesir menetap di Ibu Kota Doha, Qatar, ini juga bilang amalan lainnya lebih baik dibanding berhaji atau berumrah tiap tahun adalah merawat orang sakit dan memberikan tempat tinggal bagi gelandangan.

"Orang Islam memberi makan orang lapar, merawat orang sakit, dan memberi tempat tinggal bagi gelandangan dipandang Allah lebih baik daripada menggelontorkan fulus buat berhaji dan berumrah saban tahun," kata ulama berumur 92 tahun itu.

Saud al-Qahtani, penasihat Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz, mengkritik fatwa Syekh Yusuf tersebut. "Orang mengetahui siapa Syekh Yusuf bakal menyadari fatwanya tidak lazim," katanya.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Mesir menempatkan Syekh Yusuf dalam daftar teroris pada 8 Juni 2017, tiga hari setelah keempat negara Arab ini memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar.

Ibu Kota Manama, Bahrain. (Al-Arabiya)

Enam perempuan Arab Saudi terinfeksi virus corona

Hingga kini, virus asal Kota Wuhan, Cina, itu belum menginfeksi penduduk Arab Saudi. 

Jamaah berkumpul di pelataran Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi, sambil menunggu pembagian makanan berbuka puasa, Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Pihak maskapai sepakat menjadwal ulang keberangkatan jamaah umrah

calon jamaah umrah tidak bisa berangkat ketika kebijakan Saudi itu dikeluarkan Kamis lalu sebanyak 2.393 orang. Mereka berasal dari 75 biro perjalanan diangkut oleh delapan maskapai.

Kompleks makam Imam Ali Rida, tempat ziarah di Kota Masyhad, Iran,  dibanjiri kaum Syiah saban tahun. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Cegah penularan virus corona, salat Jumat ditiadakan di Teheran dan Qom

Sampai sekarang belum ada warga Indonesia menetap di Iran terinfeksi virus Covid-19.

Kompleks makam Imam Ali Rida di Kota Masyhad, Iran, Juni 2016. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

22 dari 31 provinsi di Iran tidak adakan salat Jumat

Salat Jumat juga tidak diadakan di Qom, pusat pengajaran teologi Syiah di Iran.





comments powered by Disqus