kabar

Erdogan sebut otoritas tertinggi di Arab Saudi perintahkan habisi Khashoggi

Dia tidak meyakini Raja Salman sebagai pemberi perintah.

03 November 2018 05:51

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menegaskan otoritas tertinggi dalam pemerintahan Arab Saudi merupakan pemberi perintah untuk membunuh wartawan Jamal Khashoggi.

Meski begitu, dia tidak meyakini Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz memerintahkan untuk menghabisi Khashoggi dalam kantor Konsulat Saudi di Kota istanbul, Turki, 2 Oktober lalu. Dia menekankan Turki tidak akan menutup mata terhadap pembunuhan Khashoggi.

"Kami tahu perintah untuk melenyapkan Khashoggi berasal dari otoritas tertinggi dalam pemerintahan Arab Saudi," tulis Erdogan dalam kolomnya di surat kabar the Washington Post. Dia menekankan masyarakat internasional harus mengungkap dalang dari pembunuhan Khashoggi dan siapa saja berusaha menutupi kasus ini.

Kepala Kejaksaan Istanbul Irfan Fidan bilang Khashoggi langsung dicekik hingga tewas setelah memasuki gedung konsulat. Mayatnya kemudian dimutilasi.

Erdogan juga tidak mengatakan Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman sebagai dalang. Namun hasil penyelidikan Turki menyebut pembunuhan itu dilakukan oleh tim beranggotakan 15 orang dikirim dari Arab Saudi, termasuk tujuh pengawal Bin Salman.  

Arab saudi menyatakan telah menahan 18 tersangka namun  Riyadh menolak permintaan Ankara untuk mengekstradisi mereka.

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Turki mulai adili 20 warga Saudi secara in absentia dalam kasus pembunuhan Khashoggi

"Mereka meminta saya menyalakan tandoor (oven). Mereka kelihatan panik saat itu," kata Zeki Demir.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Polisi Kanada peringatkan pengkritik Saudi akan jadi target pembunuhan Bin Salman

Seorang juru bicara pemerintah Kanada mengakui pihaknya prihatin dengan situasi hak asasi manusia buruk di Arab Saudi.

Salah, putra sulung mendiang Jamal Khashoggi. (Twitter)

Anak Khashoggi dapat vila di Jeddah dan fulus Rp 394 miliar sebagai diyat atas pembunuhan ayahnya

Direktur Eksekutif HUman Rights Watch (HRW) Kenneth Roth mencurigai pemberian maaf oleh keluarga mendiang Khashoggi tidak gratis.

Foto dan nama 15 warga Arab Saudi diduga terlibat dalam pembunuhan Jamal Khashoggi. (Sabah)

Keluarga Jamal Khashoggi maafkan para pembunuh ayah mereka

Khashoggi dihabisi di dalam kantor Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober 2018. Mayatnya kemudian dimutilasi dan sampai sekarang Saudi merahasiakan keberadaan potongan-potongan tubuh Khashoggi.





comments powered by Disqus