kabar

Arab Saudi punya duta besar perempuan pertama

Puteri Rima menggantikan Pangeran Khalid bin Salman, adik dari putera mahkota, sekarang diangkat menjadi wakil menteri pertahanan.

25 Februari 2019 15:49

Puteri Rima binti Bandar bin Sultan menjadi duta besar perempuan pertama Arab Saudi. Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman Sabtu lalu menunjuk dia sebagai duta besar untuk Amerika Serikat.

Puteri Rima menggantikan Pangeran Khalid bin Salman, adik dari putera mahkota, sekarang diangkat menjadi wakil menteri pertahanan.

Pengangkatan Puteri Rima berlangsung di tengah ketegangan hubungan Saudi-Amerika akibat pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi pada awal Oktober tahun lalu di kantor Konsulat Saudi di Kota Istanbul, Turki. CIA (dinas rahasia luar negeri Amerika) dan Senat meyakini Bin Salman memerintahkan pembunuhan Khashoggi.

Ayah Puteri Rima, mendiang Pangeran Bandar bin Sultan, bukan orang asing bagi negara adikuasa itu. Pangeran bandar menjabat duta besar Saudi untuk Amerika selama 1983-2005. Dia begitu dekat dengan keluarga Bush sehingga mendapat julukan Bandar Bush.

Puteri Rima bertahun-tahun tinggal di Amerika saat ayahnya bertugas di sana. Dia meraih gelar sarjana studi museum dari Universitas George Washington.

Jet pribadi mengangkut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Direktur Mossad (dinas rahasia luar negeri Israel) Yossi Cohen terbang ke Kota Neom, Arab Saudi, untuk mengadakan pertemuan dengan Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman pada 22 November 2020. (Twitter)

Netanyahu terbang ke Arab Saudi temui Bin Salman

Pertemuan kemarin menjadi yang ketiga antara Bin Salman dan Netanyahu setelah 2017 dan 2018. 

Lujain al-Hazlul, aktivis Arab Saudi ditahan sejak Mei 2018. (Facebook)

Adik Bin Salman ancam perkosa dan bunuh aktivis perempuan ditahan

Mereka juga dipaksa mencium atau melakukan adegan seksual terhadap sang pemeriksa. 

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Kemenangan Biden, harapan Abbas, dan kecemasan Bin Salman

Biden akan membuka penyelidikan atas kasus pembunuhan Khashoggi dan menghentikan dukungan terhadap perang di Yaman.

Abdurrahim al-Huwaiti, warga dari Suku Huwaitat, dibunuh pasukan keamanan Arab Saudi pada April 2020 karena menolak rumahnya digusur untuk menjadi bagian dari proyek pembangunan kota raksasa Neom. (EG24 News)

20 orang dari Suku Huwaitat ditahan karena tolak pembangunan kota impian Bin Salman

Pihak keamanan negara Kabah itu sempat menangkap dua anak dari Suku Huwaitat, yakni Asim Hammud Abu Radhi (9 tahun) dan Misfir Hammud Abu Radhi (12 tahun).





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Netanyahu segera melawat ke Bahrain

Kalau Netanyahu jadi berkunjung ke Bahrain, maka itu menjadi negara Arab Teluk ketiga dia datangi setelah Oman pada Oktober 2018 dan Arab Saudi di bulan ini.

24 November 2020

TERSOHOR