kabar

Kontroversi Syekh Adil al-Kalbani

Dia adalah imam pertama masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi, berkulit hitam.

30 Mei 2019 21:21

Dia adalah imam pertama masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi, berkulit hitam. Penampilan fisiknya memang mirip orang Afrika, meski dia berasal dari ras al-Khaimah, Uni Emirat Arab.

Ayah dari Syekh Adil al-Kalbani datang ke Arab Saudi pada 1950-an dan nendapat pekerjaan sebagai pegawai pemerintah kelas bawah, Setelah menyelesaikan sekolah menengah atas, Adil bekerja di maskapai Saudi Arabian Airlines sambil kuliah di Universitas Raja Saud.

Baru kemudian dia belajar agama, menghapal Al-Quran, dan belajar ilmu fikih. Pada 1984, dia lulus seleksi pemerintah untuk menjadi imam dan bertugas di masjid di bandar udara di Ibu Kota Riyadh. Empat tahun berselang, dia diangkat menjadi imam di Masjid Raja Khalid.

Syekh Adil sempat kesengsem dengan pemikiran jihad Usamah Bin Ladin dan Abdullah Azzam. Namun dia mulai sadar paham anti-Barat dikembangkan kedua orang itu tidak bisa diterima, terutama setelah peristiwa serangan 11 September 2001.

Kehidupannya, seperti kebanyakan imam masjid, menjalani rutinitas: memimpin salat wajib di masjid lima kali sehari, lalu berjalan melintas lahan parkir menuju rumahnya, tempat dia tinggal bareng dua istri dan 12 anaknya. Saban Jumat, dia memberi khotbah.     

Hingga pada awal September 2008, telepon seluler dan telepon rumahnya berdering. Dia mendapat pesan: Raja Abdullah bin Abdul Aziz memilih dirinya sebagai imam Masjid Al-Haram.

Dua hari kemudian, dia berjalan memasuki ruang resepsi dan disambut oleh Gubernur Provinsi Makkah Pangeran Khalid al-Faisal. Syekh Adil mencoba memperkenalkan diri tapi Pangeran langsung memotong seraya tersenyum, "Anda sudah tersohor."

Syekh Adil lalu diarahkan duduk semeja dengan Raja Abdullah dan para menteri. Dia terlalu sungkan untuk berbicara langsung dengan penguasa negara Kabah itu, tapi saat meninggalkan ruangan, dia berterima kasih kepada Raja Abdullah dan mencium hidungnya sesuai tradisi.

Syekh Adil mengaku bukan masalah menjadi imam bagi ribuan orang tapi Masjid Al-Haram adalah masjid paling disucikan oleh umat Islam, berbeda dengan masjid-masjid lain di muka Bumi. "Menjadi imam di sana adalah sebuah kehormatan dan membuat Anda takut kepada Allah," ujar Syekh Adil.  

Sejumlah pekerja membersihkan pelataran Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi, 17 Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Arab Saudi terjunkan 3.500 pekerja buat bersihkan Masjid Al-Haram enam kali sehari

Semua karpet di Masjid Al-Haram dicuci dan disterilkan saban lima hari. Mesin penyejuk ruangan dibersihkan sekaligus disterilkan sembilan kali per hari. 

Sebanyak 450 orang bekerja bergiliran saban hari selama 24 jam untuk membersihkan dan mensterilkan Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. (Saudi Gazette)

Semua karpet dalam Masjid Al-Haram dan Masjid Nabawi digulung

Hingga kemarin, terdapat 767 orang terinfeksi Covid-19 di Arab Saudi, termasuk satu yang meninggal di Madinah.

Sejumlah pekerja tengah membersihkan halaman Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi, Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Hanya dua masjid diizinkan gelar salat Jumat di Arab Saudi

Dewan Ulama Senior Arab Saudi Selasa lalu memutuskan menutup semua masjid kecuali Masjid Al-Haram dan Masjid Nabawi.

Masjid Al-Haram di Kota Makkah dan Masjid Nabawi di Kota Madinah ditutup semalaman, mulai sehabis salat Isya pada 5 Maret 2020 dan dibuka lagi sejam menjelang subuh hari ini, 6 Maret 2020. (Saudi Gazette)

Mataf, Masa, dan Raudah ditutup selama umrah dilarang

Pemakaman Baqi dekat Masjid Nabawi juga ditutup selama umrah dilarang.





comments powered by Disqus