kabar

Takut ditangkap atas kejahatan perang, mantan perdana menteri Israel batalkan lawatan ke Swiss

Pada 2009, mantan Menteri Luar Negeri Israel Tzipi Livni membatalkan rencana kunjungan ke London lantaran takut ditangkap.

26 Juli 2019 04:17

Mantan Perdana Menteri Israel Ehud Olmert baru-baru ini membatalkan lawatannya ke Swiss. Dia takut bakal ditangkap atas tuduhan kejahatan perang, seperti dilansir stasisun televisi Channel 12.

Olmert, menjabat perdana menteri saat Perang Libanon 2006 serta perang Gaza 2008-2009, tadinya dijadwalkan tiba di Kota Zurich Senin lalu. Namun para pejabat pertahanan dan kehakiman Israel memperingatkan dia untuk membatalkan rencananya. Sebab pihak berwenang di Swiss akhir pekan lalu sudah memberitahu pemerintah Israel, mereka akan menahan Olmert untuk diperiksa setibanya di Zurich.

Olmert sejatinya berkukuh tetap akan pergi. Tapi niatnya hilang setelah para pejabat keamanan dan kehakiman Israel menegaskan penangkapan Olmert bakal menjadi hal memalukan bagi pemerintah Israel.

Olmert sempat berpendapat dia bisa beralasan operasi militer pada 2006 di Libanon dan 2008 di Gaza sebagai upaya memerangi kelompok teroris.

Perang 34 hari antara Israel dan Hizbullah pada 2006 menewaskan 1.100 orang, termasuk ratusan anggota Hizbullah. Di pihak Israel, 167 orang terbunuh, termasuk dua warga asing.

Dalam Perang Gaza di 2008-2009, lebih dari 1.100 warga Palestina meninggal dan hanya 13 rang Israel tewas.

Olmert, 73 tahun, dibebaskan dari penjara pada Juli 2017, setelah menjalani hukuman 16 bulan atas dakwaan korupsi.

Para aktivis hak asasi manusia internasional memang menyasar sejumlah pejabat Israel untuk ditangkap ketika bepergia ke luar negeri atas tuduhan kejhatan perang dan kemanusiaan. Pada 2009, mantan Menteri Luar Negeri Israel Tzipi Livni membatalkan rencana kunjungan ke London lantaran takut ditangkap.

Perdana Menteri Israel Benjamin netanyahu saat memimpin rapat kabinet keamanan di markas militer di Ibu Kota Tel Aviv pada 10 September 2019, sehari setelah serangan roket dari Gaza terjadi saat dia sedang berkampanye di Kota Ashdod. (Ariel Hermoni/Defense Ministry)

Netanyahu lari bersembunyi saat dengar sirene tanda roket datang dari Gaza

Ashdod, Ashkelon, dan Beersheba adalah tiga kota di wilayah selatan Israel menjadi langganan serangan roket dari Gaza.

Pendiri Al-Qaidah, Usamah Bin Ladin, bareng putranya, Hamzah Bin Ladin. (YouTube)

Trump akui putra Bin Ladin sudah tewas

Hamzah pernah merilis rekaman audio dan video menyerukan untuk menyerang Amerika dan sekutu-sekutunya.

Kebakaran hebat melanda fasilitas pemrosesan minyak terbesar di dunia milik Saudi Aramco di Abqaiq, Provinsi Timur, Arab Saudi. Kebakaran ini dipicu ledakan akibat serangan pesawat nirawak dilakukan milisi Al-Hutiyun dari Yaman. (Screengrab)

Pesawat nirawak serang fasilitas minyak terbesar dunia milik Aramco

Milisi Al-Hutiyun dari Yaman mengklaim bertanggung jawab atas serbuan itu.

Mantan menteri Komunikasi Israel Ayub Kara. Dia adalah orang kepercayaan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk urusan negara Arab dan muslim. (Wikipedia)

Orang kepercayaan Netanyahu sebut Indonesia sangat butuh teknologi dari Israel

"Isu Palestina tidak lagi relevan saat ini. Negara-negara Timur Tengah juga sudah berhenti membahas masalah Palestina. Mereka tidak peduli lagi dengan Palestina, menyedihkan," ujar Ayub Kara.





comments powered by Disqus