kabar

KJRI Jeddah berhasil cairkan uang diyat senilai Rp 7 miliar

Menurut hukum Islam, diyat merupakan kompensasi atau ganti rugi berupa harta wajib dibayarkan akibat tindakan menghilangkan nyawa orang lain atau tindak kekerasan lain menyebabkan orang meninggal.

13 Agustus 2019 22:06

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Kota Jeddah, Arab Saudi, berhasil mengupayakan pencairan uang diyat bagi warga Indonesia senilai 1.890.117 riyal atau sekitar Rp 7 miliar.

Besaran uang diyat itu merupakan hasil capaian Tim Pelayanan dan Pelindungan Warga KJRI Jeddah dari Januari hingga Agustus 2019. Sepanjang periode ini, tim menangani kasus-kasus pidana berat dan perdata umum seperti menjadi korban kecelakaan lalu lintas.

"Pengurusan dana diyat lewat pengadilan dari kasus-kasus berat butuh waktu bertahun-tahun," kata Konsul Jenderal Indonesia di Jeddah Mohamad Hery Saripudin, seperti dilansir dalam siaran pers diterima Albalad.co hari ini. Namun sebagai bentuk kehadiran negara, menurut dia, KJRI Jeddah tetap konsisten mengawal proses penanganan berbagai perkara berat menimpa warga Indonesia sampai mendapatkan hak-haknya sesuai hukum berlaku di Arab Saudi.

Hery Saripudin menambahkan dari Rp 7 miliar itu, sekitar 2,6 miliar merupakan kompensasi bagi korban kecelakaan lalu lintas berhasil diupayakan KJRI melalui pengadilan.

Dalam kasus berat seperti pembunuhan di Arab Saudi, tuntutan uang diyat oleh ahli waris atau keluarga korban dipenuhi oleh pelaku atau keluarganya. Negara bisa memfasilitasi keluarga pelaku melakukan pendekatan dengan para pemuka kabilah atau dermawan untuk penggalangan dana agar terpidana bisa terbebas dari vonis mati.

Pelaksana Fungsi Konsuler 1 merangkap Koordinator Pelayanan dan Perlindungan KJRI Jeddah Safaat Ghofur menjelaskan dalam menangani kasus seperti di atas, negara berperan pada proses litigasi, yaitu memberikan pendampingan selama persidangan di pengadilan, bukan pada pemenuhan uang diyat diminta oleh keluarga atau ahli waris korban.

Menurut hukum Islam, diyat merupakan kompensasi atau ganti rugi berupa harta wajib dibayarkan akibat tindakan menghilangkan nyawa orang lain atau tindak kekerasan lain menyebabkan orang meninggal. Uang diyat adalah bentuk keadilan harus didapatkan oleh keluarga atau ahli waris ditinggalkan agar dapat melanjutkan kehidupan.

Sesuai hukum Islam, hakim pengadilan di Arab Saudi memutuskan ahli waris korban berhak mendapatkan uang diyat, besarannya telah ditentukan oleh undang-undang negara setempat.

Konsul Tenaga Kerja Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Kota Jeddah, Arab Saudi, Mochamad Yusuf saat mengantar kepulangan Darminah Nursia (berkursi roda) dan SW, dua perempuan asal Lombok, ke Indonesia di Bandar Udara Raja Abdul Aziz, Jeddah. (KJRI Jeddah buat Albalad.co)

KJRI Jeddah paksa majikan bayar kompensasi kepada pembantu dianiaya

SW diberangkatkan LR dengan visa ziarah, menurut aturan berlaku di Arab Saudi tidak bisa digunakan untuk bermukim.

Kuasa Usaha Sementara Indonesia untuk Suriah Didi Wahyudi pada Jumat, 28 Agustus 2015, melepas 13 tenaga kerja perempuan akan dipulangkan ke Indonesia. (KBRI Damaskus buat Albalad.co)

KJRI Jeddah berhasil dapatkan uang diyat bagi keluarga warga Indonesia dibunuh

Pihak majikan sepakat untuk memenuhi hak korban senilai 200 ribu riyal, meliput uang diyat syari sebesar 55 ribu riyal, sisa gaji almarhumah belum dibayar 32.400 riyal, dan santunan senilai 112.600 riyal.

Warga Indonesia dipulangkan dari Arab Saudi oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Kota Jeddah. (KJRI Jeddah buat Albalad.co)

KJRI Jeddah bantu pemulangan 7.783 warga Indonesia melanggar izin tinggal

Pendatang tidak berdokumen itu terdiri dari 2.199 lelaki, 4.872 perempuan, dan 712 anak.

Halimah Sudin, warga Indonesia dirawat di Rumah Sakit Universitas Raja Abdul Aziz di Kota Jeddah, Arab Saudi. KJRI jeddahmengurus perempuan ditemukan diparkiran rumah sakit itu pada 6 September. dan dipulangkan pada 23 September 2018. (KJRI Jeddah buat Albalad.co)

KJRI Jeddah urus warga Indonesia ditemukan terkapar di parkiran rumah sakit

Halimah berstatus pendatang ilegal. Dia masuk ke Arab Saudi pada 2006, kemudian menetap dan bekerja secara tidak sah.





comments powered by Disqus