kabar

Amerika akan buka nama pejabat Saudi terlibat Teror 11/9

Sebuah laporan resmi pada 2002 menyebutkan beberapa pelaku Teror 11/9 menerima dana dari sejumlah pejabat Saudi.

13 September 2019 14:07

Departemen Kehakiman Amerika Serikat kemarin waktu setempat atau hari ini waktu Jakarta mengumumkan akan membuka nama pejabat Arab Saudi terlibat dalam membantu Al-Qaidah melaksanakan serangan 11 September 2001 (Teror 11/9).

Selentingan beredar menyebut pejabat itu masih keluarga kerajaan Saudi. 

Insiden merobohkan menara kembar World Trade Center di Kota New York dan merusak gedung Departemen Pertahanan Amerika di Ibu Kota Washington DC itu menewaskan sekitar tiga ribu orang. 

Keluarga korban Teror 11/9 sudah bertahun-tahun menekan Departemen Kehakiman Amerika dan FBI (Biro Investigasi Federal) agar membongkar nama pejabat Saudi terkait serangan teroris itu. 

Mereka mengajukan gugatan ke pengadilan federal Amerika, menuntut sejumlah pejabat Saudi terlibat Teror 11/9 diadili. Keluarga korban juga meminta kompensasi kepada pemerintah Saudi. 

Sebanyak 15 dari 19 pelaku Teror 11/9 adalah warga Saudi.

"FBI mengakui kebutuhan dan keinginan keluarga korban untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi dan menuntut pihak-pihak terlibat dimintai pertanggungjawabannya," kata Departemen Kehakiman. 

Departemen Kehakiman Amerika tidak menyebut kapan nama pejabat Saudi itu bakal diungkap ke masyarakat. Identitasnya pertama kali akan dibuka ke pengadilan dan kerabat-kerabat korban Teror 11/9. 

Tapi pengacara keluarga korban dapat meminta ke Departemen Kehakiman supaya mengumumkan identitas pejabat itu ke publik. 

FBI pernah melansir laporan menyebut ada tiga pejabat Saudi memberikan bantuan kepada pera pelaku Teror 11/9 setiba di Amerika, sebelum melaksanakan aksinya. 

Dua nama sudah terungkap adalah pejabat intelijen bernama Fahad at-Thumairi dan Umar al-Bayumi. Keduanya pada 2001 bekerja di Kedutaan Besar Saudi di Washington DC.

Sebuah laporan resmi pada 2002 menyatakan beberapa pelaku Teror 11/9 menerima dana dari sejumlah pejabat Saudi. 

 

Peracik bom jempolan di Al-Qaidah, Ibrahim Hasan al-Asiri. (Time)

Peracik bom jempolan Al-Qaidah tewas

Pada 2012, Al-Asiri berencana meledakkan sebuah pesawat Amerika, bertepatan dengan haul setahun pendiri jaringan Al-Qaidah, Usamah Bin Ladin.

Pendiri Al-Qaidah, Usamah Bin Ladin, bareng putranya, Hamzah Bin Ladin. (YouTube)

Trump akui putra Bin Ladin sudah tewas

Hamzah pernah merilis rekaman audio dan video menyerukan untuk menyerang Amerika dan sekutu-sekutunya.

Selebaran menuding Israel mendalangi serangan 11 September 2001 tersebafr di Amerika Serikat. (Matt Elkins/J. The Jewish News of Northern California via JTA)

Selebaran tuduh Israel dalangi Teror 11/9 muncul di Amerika Serikat

Dalam selebaran itu disebutkan orang-orang Israel terlihat menari-nari di lokasi robohnya menara kembar World Trade Center.

Pendiri Al-Qaidah, Usamah Bin Ladin, bareng putranya, Hamzah Bin Ladin. (YouTube)

Arab Saudi cabut kewarganegaraan putra Bin Ladin

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengumumkan sayembara berhadiah US$ 1 juta bagi siapa saja dapat memberitahu lokasi persembunyiannya.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Twitter tutup akun milik putra pemimpin Hizbullah

Amerika memasukkan Jawad dalam daftar teroris bulan lalu. Washington DC menyatakan dia bertanggung jawab atas serangan teror terhadap Israel di Tepi Barat.

14 November 2019

TERSOHOR