kabar

Pangeran Saudi serukan penggulingan Raja Salman dan putera mahkota

Upaya kudeta pernah terjadi April tahun lalu, ketika istana Raja Salman di Ibu Kota Riyadh diserang.

17 September 2019 16:44

Pangeran Khalid bin Farhan dari Arab Saudi hari ini mengumumkan pembentukan gerakan pembebasan negaranya dari rezim zalim. 

Melalui serangkaian unggahan di Twitter, lelaki mengasingkan diri di Jerman ini menyerukan kepada seluruh rakyat Saudi untuk membantu menggulingkan Raja Salman bin Abdul Aziz dan anaknya, Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman, dari tampuk kekuasaan. 

"Kami menyerukan kepada rakyat untuk menolak realitas politik di Arab Saudi saat ini," kata Pangeran Khalid. Dia menegaskan rezim berkuasa di negara Kabah itu adalah rezim diktator. 

Pangeran Khalid mencontohkan Bin Salman dengan cara kotor menyingkirkan abang sepupunya, Pangeran Muhammad bin Nayif, untuk menjadi calon raja Saudi. 

Bin Salman dipilih menjadi putera mahkota pada 21 Juni 2017. Menurut sumber Albalad.codalam linglungan istana, Bin Salman langsung menetapkan status tahanan rumah kepada mantan Putera Mahkota Bin Nayif. Dia dan anak-anaknya juga dilarang bepergian ke luar negeri. 

Sejak saat itu pula, Bin Salman getol memenjarakan ulama, aktivis, wartawan, pangeran, pejabat, dan konglomerat dianggap menentang kebijakan-kebijakannya.

Pangeran Khalid menjelaskan gerakannya bertujuan mengubah Arab Saudi menjadi monarki konstitusional, di mana raja tidak memiliki kuasa kecuali sebagai simbol pemersatu. 

Dia menilai Saudi sudah kalah dalam perang di Yaman menghadapi milisi Al-Hutiyun. Bahkan, dia mengatakan intervensi militer Saudi di Yaman membikin Saudi makin tidak aman. 

Pangeran Khalid menambahkan dalam tiga tahun terakhir anggaran militer Saudi naik 112 persen atau sepertiga dari total anggaran belanja negara. 

Pangeran Khalid bilang gerakan dia bentuk juga akan membantu orang-orang Saudi ingin mencari suaka di Eropa, terutama Jerman. 

Seruan kudeta ini juga pernah disampaikan Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz, melalui surat terbuka pada 2015, tidak lama setelah Raja Salman naik takhta. 

Sumber Albalad.co mengungkapkan upaya kudeta pernah terjadi pada April tahun lalu, ketika istana Raja Salman di Ibu Kota Riyadh diserang. Insiden ini membuat Bin Salman luka parah sehingga dia absen tampil di muka umum sebulan. 

 

Puteri Basmah binti Saud bin Abdul Aziz dari Arab Saudi. (Insider)

Keponakan Raja Salman kembali memohon dibebaskan dari penjara

Puteri Basmah binti Saud berharap Ramadan ini mendapat pengampunan dari dua penguasa Arab Saudi.

Puteri Basmah binti Saud bin Abdul Aziz dari Arab Saudi. (Insider)

Keponakan Raja Salman memelas minta dibebaskan dari penjara

"Saya tidak bersalah," kata anak perempuan dari mendiang Raja Saud bin Abdul Aziz itu. "Kondisi kesehatan saya sangat kritis."

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan Presiden Joko Widodo berdiri di teras Istana Bogor, di sela pertemuan bilateral dilakoni kedua pemimpin itu pada 1 Maret 2017. (Dokumentasi Albalad.co)

Kesehatan Raja Salman tidak stabil

Ini kali kedua Bin Salman membungkam orang-orang menjadi ancaman buat dia menjadi raja.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Raja Salman murka karena putera mahkota tidak hadiri sidang kabinet

Bin Salman juga tidak ada dalam pertemuan dengan para pejabat tinggi dan tamu negara.





comments powered by Disqus