kabar

Dato Tahir: Membantu pengungsi membuat saya makin bersyukur

"Sesuai ajaran orang tua, ajaran agama, kita mesti merasa bersyukur dengan datang ke sini membantu mereka," ujar Dato Tahir. "Saya menjalani hal sebetulnya harus dijalani setiap orang."

03 Oktober 2019 08:10

Untuk keempat kalinya, UNHCR Eminent Advocate sekaligus bos Mayapada Group Dato Tahir kemarin mengunjungi kamp pengungsi Suriah di Azraq, Provinsi Zarqa, Yordania.

Kunjungan Dato Tahir kali ini istimewa. Dia mengajak istri, anak lelaki, menantu perempuan, dan cucu perempuannya. Dalam lawatan dua tahun sebelumnya ke kamp pengungsi Suriah di Yordania dan Libanon, Dato Tahir mengajak cucu lelakinya masih bersekolah di sekolah menengah pertama. 

Rombongan Dato Tahir didampingi Duta Besar Indonesia untuk Yordania Andy Rachmianto melihat sejumlah tempat kegiatan pengungsi diberikan oleh UNHCR (Komisi Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa Urusan Pengungsi), termasuk tempat belajar menjahit bagi ibu-ibu, tempat anak-anak belajar melukis dan merajut, serta pasar, seperti dilaporkan wartawan Albalad.co Faisal Assegaf dari kamp Azraq. 

Dato Tahir sekeluarga juga menemui satu keluarga pengungsi asal Hama, Suriah, sudah menghuni kamp Azraq sejak 2015. Mereka tidak sungkan duduk di lantai dan bercengkerama dengan keluarga pengungsi itu. 

"(Saya mengajak keluarga) supaya mereka tahu dan betul-betul bersyukur, bukan basa basi karena kita lahir di Indonesia," kata Dato Tahir kepada sejumlah wartawan. "Coba kita lahir di Suriah, nasib kita ya itu nanti (menjadi pengungsi). Atau kita tinggal di Sudan dibekap perang saudara, lebih celaka lagi."

Dia menegaskan sekali lagi perlu bersyukur lantaran dilahirkan dan tinggal di Indonesia, negeri aman dan damai walau penduduknya berasal lebih dari 700 suku. Dia membandingkan dengan Afghanistan, hanya tujuh suku, tapi masih berkonflik sampai sekarang. 

Dato Tahir berharap para pengusaha Indonesia dapat ikut membantu membantu pengungsi korban konflik dan bencana alam baik di dalam dan luar negeri. Dia menyayangkan tiga kali mengajak pengusaha Indonesia ke kamp Azraq tapi tidak ada satu pun ikut membantu. 

Dia menekankan kegiatan sosialnya selama ini bukan untuk menuai pujian atau untuk kepentingan tertentu. "Sesuai ajaran orang tua, ajaran agama, kita mesti merasa bersyukur dengan datang ke sini membantu mereka," ujar Dato Tahir. "Saya menjalani hal sebetulnya harus dijalani setiap orang."

Selama tiga tahun terakhir, Dato Tahir melalui Tahir Foundation sudah menyumbang US$ 5-6 juta buat pengungsi Suriah.

Selain membantu pengungsi Suriah, Dato Tahir juga bakal memberikan bantuan dana bagi para pengungsi Palestina di Yordania melalui UNRWA ( badan PBB mengurusi pengungsi Palestina). 

Dalam acara makan malam di Wisma Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Ibu Kota Amman, Dato Tahir juga menyerahkan bantuan dana untuk semua pelajar Indonesia di negara Bani Hasyim itu. 

Duta Besar Indonesia untuk Yordania Andy Rachmianto mengatakan misi sosial Dato Tahir selama ini juga ikut membantu tugasnya dalam diplomasi kemanusiaan. "Jadi Dato Tahir termasuk pelaku dari diplomasi kemanusiaan tengah dijalankan pemerintah Indonesia," tuturnya. 

Dato Tahir termasuk dalam 204 filantropis tergabungdalam Giving Pledges, gerakan dibentuk dua orang supertajir dunia, Bill Gates dan Warren Buffet, pada 2010. Dato Tahir bergabung tiga tahun lalu dalam gerakan mengharuskan para penandatangannya menyumbangkan setengah dari harta mereka buat kegiatan amal. 

 

 

 

UNHCR Eminent Advocate Dato Tahir bersama kelima cucu angkatnya di kamp pengungsi Suriah di Azrq, Yordania, 3 April 2017. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

UNHCR berhasil temukan lima cucu angkat Dato Tahir di Suriah

Mereka sudah kembali ke kampung halaman mereka di Daraa.

UNHCR Eminent Advocate Dato Tahir saat berbincang dengan keluarga pengungsi asal Suriah di kamp Azraq, Yordania, 3 April 2017. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Dato Tahir kunjungi kamp pengungsi Suriah lagi

Selain ke Yordania, dia juga akan mengunjungi kamp pengungsi di Libanon.

Bos Mayapada Group Dato Tahir berbincang dengan satu keluarga pengungsi Suriah di kamp Azraq, Yordania, pada 27 Oktober 2016. (KBRI Amman buat Albalad.co)

Dato Tahir berencana tengok pengungsi di Libanon dan Irak

Dia sudah dua kali mengunjungi kamp pengungsi Suriah di Yordania.

UNHCR Eminent Advocate Dato Tahir saat merayakan ulang tahun ke-65 bareng anak-anak kamp pengungsi Suriah di kamp Azraq, Yordania, 3 April 2017. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Dato Tahir ingin melihat langsung kondisi Suriah

UNHCR Eminent Advocate itu sudah dua kali mengunjungi kamp pengungsi Suriah di Yordania.





comments powered by Disqus