kabar

Bin Salman kembali rampas dan bekukan properti milik pangeran dan pengusaha

Mereka yang menjadi korban termasuk Pangeran Badr bin Abdul Aziz, adik dari Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz. 

10 Oktober 2019 10:00

Putera Mahkota Arab Saudi kembali merampas dan membekukan properti milik sejumlah pangeran dan pengusaha. Ini merupakan kampanye kedua setelah hal serupa terjadi dua tahun lalu. 

Akun Twitter An Old Diplomat mengungkapkan mereka yang menjadi korban termasuk Pangeran Badr bin Abdul Aziz, adik dari Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz. 

Bin Salman juga merampas tanah berukuran sangat luas kepunyaan Syekh Ajlan al-Ajlan, terletak di utara Ibu Kota Riyadh, setelah melarang tanah itu untuk dijual.

Properti milik Riyad Al-Mustaqbal Real Estate, Abdurrahman asy-Syekh, dan Muhammad al-Aidan juga dibekukan. 

Korban lainnya adalah Olayan Real Estate Company, Yunus Muhammad al-Awad, Ibrahim bin Saidan, dan Ibrahim al-Harabi.

Pada awal November 2017, atas nama pemberantasan korupsi, Bin Salman menangkapi 201 pangeran dan konglomerat, termasuk Pangeran Al-Walid bin Talal dan CEO Saudi Binladin Group Bakr Bin Ladin. Mereka ditahan Hotel Ritz Carlton di Ibu Kota Riyadh hingga dibebaskan pada Januari 2018. 

Sumber Albalad.co dalam lingkungan istana bilang mereka dibebaskan adalah yang bersedia menandatangani surat pengakuan bersalah terlibat rasuah, surat loyalitas terhadap Bin Salman, dan menyerahkan sebagian harta mereka. 

Meski dibebaskan, mereka tetap diawasi dan tidak boleh ke luar negeri. Mereka menolak pembebasan bersyarat itu, dipondahkan ke Penjara Al-Hayir, Riyadh.

Jaksa Agung Arab Saudi Saud al-Mujib ketika itu menyatakan kampanye antikorupsi ini berhasil mengumpulkan dana sekitar US$ 100 miliar.

 

 

 

 

 

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Turki mulai adili 20 warga Saudi secara in absentia dalam kasus pembunuhan Khashoggi

"Mereka meminta saya menyalakan tandoor (oven). Mereka kelihatan panik saat itu," kata Zeki Demir.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Polisi Kanada peringatkan pengkritik Saudi akan jadi target pembunuhan Bin Salman

Seorang juru bicara pemerintah Kanada mengakui pihaknya prihatin dengan situasi hak asasi manusia buruk di Arab Saudi.

Ulama Arab Saudi Syekh Awad al-Qarni. (Twitter)

Arab Saudi larang ulama tersohor hubungi keluarganya dari dalam penjara sejak Ramadan

Syekh Awad al-Qarni bareng dua ulama Saudi ternama lainnya, Syekh Salman al-Audah dan Syekh Ali al-Umari, telah dituntut hukuman mati dalam pengadilan digelar secara rahasia di Ibu Kota Riyadh.

Puteri Basmah binti Saud bin Abdul Aziz dari Arab Saudi. (Insider)

Pihak keluarga cemaskan keselamatan Puteri Basmah ditahan Bin Salman

"Dia dalam kondisi sangat buruk...dia tidak bisa bsangkit dari atas tempat tidur," ujar orang kepercayaan keluarga Puteri Basmah itu.





comments powered by Disqus