kabar

Perempuan Saudi dilarang bekerja karena bercadar

Bin Salman membolehkan kaum hawa di negara Kabah itu tidak berabaya di tempat umum.

20 Oktober 2019 06:51

Seorang perempuan Arab Saudi tidak disebut identitasnya mengaku dilarang bekerja oleh manajernya di festival Riyadh Season lantaran bercadar.

Wanita ini pun meerekam kesaksiannya dalam video dan mengirimkan kepada kepala badan hiburan Saudi, the General Entertainment Authority, Turki asy-Syekh. "Orang-orang memandang rendah perempuan bercadar ini, terutama sang manajer, melarang saya bekerja karena saya mengenakan cadar," katanya.

Turki lantas menyebarluaskan kembali rekaman video kesaksian wanita bercadar itu melalui akun Twitternya. Dia bilang kasus ini sedang diselidiki dan manajer menghina perempuan bercadar itu akan dihukum.

Arab Saudi telah berubah sejak Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman meluncurkan program perubahan bertajuk Visi 2030. Kaum hawa di negara Kabah itu diberi kelonggaran tidak pernah mereka nikmati: mulai dari menonton film di bioskop, menonton pertandingan olahraga di stadion, menyetir mobil, mengendarai sepeda motor, hingga boleh tidak berabaya di tempat umum asal berpakaian sopan.

Perempuan juga sudah dibolehkan berolahraga di luar rumah.

Perempuan Saudi. (Saudi Gazette)

Perempuan Saudi boleh ganti nama tanpa izin muhrim

Tahun lalu, Saudi mengizinkan perempuan berumur 18 tahun ke atas memiliki paspor tanpa izin muhrimnya.

Perempuan Arab Saudi di stadion. (Saudi Gazette)

Saudi izinkan perempuan jadi tentara

Perempuan Saudi kini boleh masuk angkatan bersenjata dan menjadi prajurit, kopral, atau sersan.

Perempuan Arab Saudi pada 1970-an. (Arab News)

Sebelum terjadi penyerbuan Masjid Al-Haram pada 1979, perempuan Saudi tidak wajib berabaya dan berjilbab

"Kami bisa mengenakan baju sepinggang dipadu rok bermacam warna," kenang Manal Aqil.





comments powered by Disqus