kabar

Perdana Menteri Saad Hariri mundur

"Jabatan bisa datang dan pergi. Yang penting adalah kehormatan dan keamanan negara ini," ujar Hariri.

30 Oktober 2019 13:13

Selama 13 hari digoyang unjuk rasa besar-besaran di seantero negeri, Perdana Menteri Libanon Saad Hariri akhirnya menyerah. Dia kemarin mengumumkan pengunduran dirinya melalui televisi disiarkan secara nasional.

Dia menjelaskan sepanjang itu pula dirinya berusaha mencari jalan keluar, mendengarkan tuntutan rakyat Libanon, dan untuk melindungi negara dari bahaya kehancuran ekonomi, keamanan, dan sosial. Namun dia mengakui tidak mampu mencari solusi dan memutuskan kemarin adalah waktu tepat bagi dirinya untuk berhenti sebagai kepala pemerintahan.

"Saya akan ke Istana Baabda untuk menyampaikan pengunduran diri saya kepada Presiden Michel Aun an seluruh rakyat Libanon, sebagai jawaban atas keinginan mereka turun ke jalan meminta perubahan dan sebagai jalan aman untuk melindungi negara kita dalam momen bersejarah ini," kata Hariri.

Dia menyerukan kepada semua warga Libanon untuk menjadikan kepentingan, keamanan, perlindungan perdamaian sipil, dan menghindari kehancuran ekonomi di atas segalanya. Dia menyatakan kepada semua mitra politiknya tanggung jawab semua elite sekarang adalah melindungi Libanon dan mencegah perang saudara terjadi. 

Hariri menekankan tugas para elite adalah membangun kembali ekonomi Libanon. Dia meminta agar kesempatan untuk itu jangan sampai hilang. 

"Jabatan bisa datang dan pergi. Yang penting adalah kehormatan dan keamanan negara ini," ujar Hariri. "Tidak ada yang lebih besar ketimbang keselamatan negara ini."

Hariri sudah dua kali menjadi perdana menteri, yakni pada November 2009 hingga Juni 2011 dan Desember 2016 sampai Oktober 2019.

Marzuq Mashaan al-Utaibi has just launched a revolution against Al Saud regime in Saudi Arabia by establishing the national Mobilization Movement. (Albalad.co)

Para pembangkang Saudi bikin partai politik

"Tiap warga Saudi telah dewasa berhak mencalonkan diri atau memilih wakil-wakilnya di parlemen mempunyai kekuasaan membuat undang-undang dan mengawasi lembaga-lembaga eksekutif di Saudi."

Israel Katz, Menteri Luar Negeri Israel, bertemu Menteri Luar Negeri Bahrain Khalid bin Ahmad al-Khalifah di Washington DC, 17 Juli 2019. Keduanya membahas mengenai Iran. (Courtesy)

Israel kirim delegasi ke Bahrain

Lawatan ini berlangsung sehari setelah Netanyahu dan Syekh Salman berkomunikasi langsung melalui telepon.

Syekh Saleh bin Muhammad at-Talib, imam Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. (Twitter)

Arab Saudi tahan imam dan khatib Masjid Al-Haram sejak Agustus 2018

Sejak Bin Salman menjadi putera mahkota pada Juni 2017, Saudi getol menangkapi ulama, akademisi, aktivis, wartawan, konglomerat, pejabat, dan pangeran dianggap menentang kebijakan-kebijakannya.

Jamaah bertawaf di kompleks Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi, Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Arab Saudi izinkan jamaah dari luar negeri berumrah mulai 1 November

Jumlah jamaah dari luar negeri dibolehkan berumrah dinaikkan bertahap, tergantung pada kondisi penyebaran Covid-19 di negara masing-masing.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Para pembangkang Saudi bikin partai politik

"Tiap warga Saudi telah dewasa berhak mencalonkan diri atau memilih wakil-wakilnya di parlemen mempunyai kekuasaan membuat undang-undang dan mengawasi lembaga-lembaga eksekutif di Saudi."

24 September 2020

TERSOHOR