kabar

Arab Saudi rekrut pegawai Twitter buat mata-matai para pengkritik

Ketiga warga Saudi itu diarahkan oleh seorang pejabat Saudi tidak disebut namanya. Dia bekerja untuk seseorang bersandi Royal Family Member-1, menurut surat kabar the Washington Post adalah Pangeran Muhammad bin Salman.

08 November 2019 12:30

Gegara frustasi oleh makin menguatnya kritik dan kecaman terhadap kebijakan Raja Salman bin Abdul Aziz dan Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman, Arab Saudi merekrut dua pegawai Twitter untuk mendapatkan informasi pribadi dari ribuan akun, termasuk para pembangkang tersohor Saudi.

Tim jaksa kemarin menyampaikan gugatan itu di Pengadilan Distrik San Fransisco, Amerika Serikat. Mereka dikenai dakwaan adalah dua mantan karyawan Twitter, Ali az-Zabarah dan Ahmad Abu Ammu, serta Ahmad al-Mutairi, pejabat pemasaran diikenal memiliki hubungan dekat dengan keluarga kerajaan Saudi.

Kedua warga Saudi itu, Ali az-Zabarah dan Ahmad Abu Ammu, didakwa mengakses informasi rahasia para pengguna Twitter, termasuk alamat surat elektronik dipakai saat membuka akun Twitter, tanggal lahir, nomor telepon seluler, alamat IP untuk kepentingan pemerintah Saudi.

Sedangkan Ahmad al-Mutairi, juga warga Saudi, dituding berperan menjadi agen intelijen dari pemerintah asing tanpa izin, bekerja sebagai perantara antara seorang pejabat Saudi dengan Ali az-Zabarah dan Ahmad Abu Ammu.

Menurut surat gugatan, ketiga warga Saudi itu diarahkan oleh seorang pejabat Saudi tidak disebut namanya. Dia bekerja untuk seseorang bersandi Royal Family Member-1, menurut surat kabar the Washington Post adalah Pangeran Muhammad bin Salman.

Dalam dokumen pengadilan disebutkan Zabarah mulai 21 Mei 2015 hingga 18 November 2018 tanpa izin masuk ke dalam sistem komputer Twitter untuk mencari data pribadi milik lebih dari enam ribu pengguna Twitter. Ini termasuk 33 nama pengguna Twitter yang telah disampaikan pemerintah Saudi kepada Twitter untuk dimintai informasi pribadi mereka.

Sedangkan Abu Ammu memusatkan perhatian pada satu akun sebagai "Twitter user-I" merupakan pengkritik keluarga kerajaan dengan pengikut lebih dari sejuta.

The Washington Post mengenali "Twitter use I sebagai @mujtahidd, akun nama samaran getol mengkritik dan mengecam keluarga kerajaan Saudi. Zabarah mengakses informasi pribadi milik akun @mujtahidd pada September 2015 sebelum diretas di bulan itu.

Zabarah juga masuk ke dalam informasi pribadi milik akun pengkritik pemerintah dan keluarga kerajaan Saudi tinggal di Kanada, yakni Umar Abdul Aziz.

Umar Abdul Aziz tahun lalu menggugat NSO Group karena aplikasi milik perusahaan Israel itu dipakai untuk meretas telepon selulernya pada musim panas 2018. Ketika dibobol, Abdul Aziz memiliki 400 pesan singkat merupaan hasil komunikasinya dengan wartawan Jamal Khashoggi, dibunuh dalam Konsulat Saudi di Kota Istanbul, Turki. 2 Oktober tahun lalu.

"Hukum di Amerika melindungi perusahaan-perusahaan Amerika dari pengacauan dilakukan pihak asing," kata Jaksa David Anderson. "Kami tidak akan membiarkan perusahaan-perusahaan Amerika atau teknologi Amerika menjadi alat dari rezim penindas asing yang melanggar hukum Amerika."

Twitter menyambut baik gugatan itu. "Perusahaan kami membatasi akses ke informasi akun sensitif pada sekelompok pegawai sudah terlatih dan tersaring," ujar seorang juru bicara Twitter, seperti dilansir the New York Times.

Sampai sekarang belum ada komentar dari pemerintah Arab Saudi.

 

Marzuq Mashaan al-Utaibi has just launched a revolution against Al Saud regime in Saudi Arabia by establishing the national Mobilization Movement. (Albalad.co)

Para pembangkang Saudi bikin partai politik

"Tiap warga Saudi telah dewasa berhak mencalonkan diri atau memilih wakil-wakilnya di parlemen mempunyai kekuasaan membuat undang-undang dan mengawasi lembaga-lembaga eksekutif di Saudi."

Syekh Saleh bin Muhammad at-Talib, imam Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. (Twitter)

Arab Saudi tahan imam dan khatib Masjid Al-Haram sejak Agustus 2018

Sejak Bin Salman menjadi putera mahkota pada Juni 2017, Saudi getol menangkapi ulama, akademisi, aktivis, wartawan, konglomerat, pejabat, dan pangeran dianggap menentang kebijakan-kebijakannya.

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Hukuman mati dianulir, Saudi vonis lima terdakwa kasus pembunuhan Khashoggi dengan 20 tahun penjara

Saudi mulanya menyangkal telah membunuh Khashoggi, namun Bin Salman akhirnya mengaku bertanggung jawab meski tidak dijadikan tersangka.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bin Salman tangkap dua pangeran Saudi dengan tuduhan korupsi

Raja Salman telah memecat komandan pasukan koalisi di Yaman Letnan Jenderal Pangeran Fahad bin Turki bin Abdul Aziz dan putranya, Wakil Gubernur Provinsi Al-Jauf Pangeran Abdul Aziz bin Fahad bin Turki, dari jabatannya.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Netanyahu bawa cucian kotor tiap melawat ke Amerika

Hanya dua kemeja dan piyama Netanyahu dicucikan. Satu kemeja dan gaun digunakan Sara Netanyahu disetrika.

27 September 2020

TERSOHOR