kabar

Prancis bersedia terima sebelas kombatan ISIS dideportasi dari Turki

Castaner mengatakan sekitar 250 warga Prancis bergabung dengan ISIS telah dipulangkan sejak 2014. 

14 November 2019 11:29

Menteri Dalam Negeri Prancis Christophe Castaner Selasa lalu bilangnya negaranya bersedia menerima sebelas kombatan ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) akan dideportasi dari Turki. 

Ankara mulai mendeportasi jihadis ISIS ke negara asal mereka sejak Senin lalu. 

Sebanyak 400-500 warga Prancis terkait ISIS kini ditahan pasukan kurdi, termasuk 60 kombatan. Paris mulanya menolak menerima kembali warganya telah bergabung ke ISIS. Prancis mengusulkan pembentukan pengadilan khusus di Irak untuk mengadili para kombatan ISIS. 

Namun berdasarkan kesepakatan dicapai pada 2014, Ankara berkoordinasi dengan Paris dalam memulangkan warga Prancis mereka tangkap. "Dalam kerangka kerjasama itu, kita bakal merepatriasi sebelas warga Prancis," kata Castaner kepada parlemen.

Dia menolak menjelaskan mengenai identitas sebelas kombatan ISIS itu. Namun mereja sudah diketahui dan akan diadili. 

Castaner mengatakan sekitar 250 warga Prancis bergabung dengan ISIS telah dipulangkan sejak 2014. 

Turki saat ini menahan 1.200 kombatan ISIS dari beragam negara dan menangkap 287 lainnya selama menyerbu wilayah timur laut Suriah. 

 

 

 

 

Polisi Irak pada 3 Desember 2019 menangkap lelaki dikenal dengan nama Abu Khaldun, merupakan wakil dari pemimpin ISIS Abu Baar al-Baghdadi di Provinsi Kirkuk, utara Irak. (Supplied via Iraqi Security Media Cell)

Polisi Irak bekuk wakil Baghdadi di Kirkuk

Abu Khaldun pernah menjabat komandan militer ISIS di Provinsi Salahuddin.

Majalah Dabiq terbitan ISIS dijual di situs Amazon. (BBC)

Turki telah deportasi 21 kombatan ISIS ke negara asal

Sebanyak 13 dari 21 jihadis sudah dideportasi itu adalah warga negara Jerman, Belgi, Belanda, Denmark, Inggris, Amerika Serikat, dan Irlandia.

Seorang jihadis mengganti salib dengan bendera ISIS di sebuah gereja di Kota Mosul, utara Irak. (Twitter)

Turki deportasi seorang kombatan ISIS asal Amerika

Muhammad Darwis B. tadinya terjebak di antara Turki dan Yunani karena ditolak oleh Amerika dan Yunani.

Wilayah dikuasai ISIS. (govexec.com)

Kombatan ISIS terjebak di daerah tak bertuan setelah dideportasi dari Turki

Amerika menolak menerima lelaki itu, Turki juga tidak mau menampung kembali.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Diplomat Saudi terlibat pembunuhan Khashoggi dilarang masuk Amerika

Hingga kini negeri Dua Kota Suci itu masih bungkam di mana mereka menyembunyikan potongan-potongan tubuh Khashoggi. 

11 Desember 2019

TERSOHOR