kabar

13 hari setelah habisi Khashoggi, Bin Salman kirim tim buat bunuh pengkritiknya di Kanada

Meski gagal, Al-Jabri mengungkapkan Bin Salman tetap mengirim agen-agennya ke Amerika untuk mencari segala usaha untuk bisa memasuki wilayah Kanada melalui jalan darat.

07 Agustus 2020 07:45

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman pernah mengirim satu tim pembunuh ke Kanada untuk menghabisi mantan pejabat intelijen Arab Saudi, Dr Saad al-Jabri, telah mengasingkan diri ke Toronto, Kanada, sejak 2017. Hal ini diungkapkan Al-Jabri dalam gugatan terhadap Bin Salman dia sampaikan melalui Pengadilan Distrik Columbia, Amerika Serikat kemarin.

Gugatan ini menandai untuk pertama kali seorang mantan pejabat Saudi secara terbuka menuding Bin Salman menculik, menyiksa, dan membunuh orang-orang dianggap membangkang terhadap dirinya.

Dalam salinan surat gugatan setebal 107 halaman diperoleh Albalad.co hari ini, tim dari Skuad Macan, bentukan Bin Salman, itu terbang ke Kanada pada 15 Oktober 2018. Mereka masuk menggunakan visa turis, sebagian memakai paspor diplomatik. Namun penyamaran mereka diketahui dan misi melenyapkan Al-Jabri batal dilakukan.

Tim pembunuh ini datang dengan dua tas berisi peralatan lengkap forensik. Agar tidak ketahun, mereka berpencar saat memasuki pos pemeriksaan imigrasi di bandar udara. Ketika ditanya petugas, apakah mereka saling mengenal, mereka berbohong.

"Beberapa saat kemudian, petigas imigrasi Kanada menemuka sebuah foto di mana sebagian dari anggota tim pembunuh ini berpose bareng, membuktikan mereka berbohong dan hal ini menggagalkan misi mereka," seperti tertulis dalam surat dakwaan.

Upaya pembunuhan gagal ini terjadi 13 hari setelah tim serupa dari Skuad Macan, bentukan Bin Salman, melenyapkan kolumnis surat kabar the Washington Post, Jamal Khashoggi daalam kantor Konsulat Saudi di Kota Istanbul, Turki.

Meski gagal, Al-Jabri mengungkapkan Bin Salman tetap mengirim agen-agennya ke Amerika untuk mencari segala usaha untuk bisa memasuki wilayah Kanada melalui jalan darat.

Dalam surat gugatan itu, Al-Jabri juga memberikan salinan obrolan via WhatsApp dengan Bin Salman. Isinya mulai bujukan agar buruan nomor wahid itu mau pulang ke Saudi hingga ancaman akan dibunuh kalau menolak.

Bahkan dua anaknya, Umar dan Sarah, ditangkap Maret lalu dari rumah mereka di Ibu Kota Riyadh. Al-Jabri menuding Bin Salman menjadikan keduanya sandera agar dirinya menyerah dan bersedia balik ke Saudi.

Al-Jabri menegaskan Bin Salman sudah berupaya menangkap dirinya sejak dia kabur dari Saudi, sebulan sebelum bosnya, Putera Mahkota sekaligus Menteri Dalam Negeri Pangeran Muhammad bin Nayif, disingkirkan oleh Bin Salman dari jabatannya.

Dia menekankan dirinya menjadi buruan Bin Salman lantaran memegang bukti-bukti korupsi dilakukan oleh Bin Salman dan ayahnya, sesuatu bisa mengganjal langkah Bin Salman menuju singgasana.

Sila baca: Buru Jabri incar dokumen

Bin Salman pun meyakini gegara Al-Jabri, CIA (dinas rahasia luar negeri Amerika) berkesimpulan Bin Salman memerintahkan buat membunuh Khashoggi.

 

 

Marzuq Mashaan al-Utaibi has just launched a revolution against Al Saud regime in Saudi Arabia by establishing the national Mobilization Movement. (Albalad.co)

Para pembangkang Saudi bikin partai politik

"Tiap warga Saudi telah dewasa berhak mencalonkan diri atau memilih wakil-wakilnya di parlemen mempunyai kekuasaan membuat undang-undang dan mengawasi lembaga-lembaga eksekutif di Saudi."

Syekh Saleh bin Muhammad at-Talib, imam Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. (Twitter)

Arab Saudi tahan imam dan khatib Masjid Al-Haram sejak Agustus 2018

Sejak Bin Salman menjadi putera mahkota pada Juni 2017, Saudi getol menangkapi ulama, akademisi, aktivis, wartawan, konglomerat, pejabat, dan pangeran dianggap menentang kebijakan-kebijakannya.

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Hukuman mati dianulir, Saudi vonis lima terdakwa kasus pembunuhan Khashoggi dengan 20 tahun penjara

Saudi mulanya menyangkal telah membunuh Khashoggi, namun Bin Salman akhirnya mengaku bertanggung jawab meski tidak dijadikan tersangka.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bin Salman tangkap dua pangeran Saudi dengan tuduhan korupsi

Raja Salman telah memecat komandan pasukan koalisi di Yaman Letnan Jenderal Pangeran Fahad bin Turki bin Abdul Aziz dan putranya, Wakil Gubernur Provinsi Al-Jauf Pangeran Abdul Aziz bin Fahad bin Turki, dari jabatannya.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Netanyahu bawa cucian kotor tiap melawat ke Amerika

Hanya dua kemeja dan piyama Netanyahu dicucikan. Satu kemeja dan gaun digunakan Sara Netanyahu disetrika.

27 September 2020

TERSOHOR