kabar

Amerika puji musuh Bin Salman

Departemen Luar Negeri Amerika mendesak Bin Salman segera membebaskan kedua anak Saad al-Jabri dari tahanan.

08 Agustus 2020 21:06

Tidak lama setelah mantan pejabat intelijen Arab Saudi Saad al-Jabri menggugat Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman di pengadilan, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat secara implisit menyampaikan kemarahannya terhadap Saudi sekaligus memuji Al-Jabri.

Al-Jabri Kamis lalu menyampaikan gugatan terhadap Bin Salman, tiga orang kepercayaannya (Saud al-Qahtani, Ahmad al-Assiri, dan Badr al-Asakir), serta 15 anggota tim dikirim untuk membunuh Al-Jabri di Kanada, melalui Pengadilan Distrik Columbia, Amerika.

Dalam salinan surat gugatan diperoleh Albalad.co kemarin, Al-Jabri menceritakan beragam kejahatan dilakukan Bin Salman, termasuk di negara lain. Lelaki Saudi kini menetap di Toronto, Kanada, itu juga mengungkapkan rencana Bin Salman membunuh dirinya dengan mengirim satu tim pada 15 Oktober 2018, 13 hari setelah kolumnis surat kabar the Washington Post, Jamal Khashoggi, dihabisi dalm kantor Konsulat saudi di Kota Istanbul, Turki.

Sila baca: 13 hari setelah habisi Khashoggi, Bin Salman kirim tim buat bunuh pengkritiknya di Kanada

Menurut seorang juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika kepada Middle East Eye, Al-Jabri adalah mitra berharga bagi Amerika dalam memerangi terorisme. "Kerjasama Saad dengan Amerika telah menyelamatkan banyak nyawa warga Amerika dan Saudi," katanya. "Banyak pejabat pemerintah Amerika, yang sekarang dan masa lalu, mengetahui hal ini dan menghormati Saad."

Pujian ini sejalan dengan surat disampaikan pelaksana tugas Asisten Menteri Luar Negeri Amerika Ryan Kaldahl kepada Senator Patrick Leahy dari Partai Demokrat. isinya memuji Al-Jabri dan menyatakan keprihatinan atas penahanan dua anak Al-Jabri di Arab Saudi, yakni Umar dan Sarah. Kedunya dibekuk Maret lalu dan sampai kini tidak diketahui di mana mereka ditahan.

"Segala bentuk penganiayaan terhadap anggota keluarga Al-Jabri tidak dapat diterima," tulis Kaldahl dalam suratnya. Kaldahl bilang Deartemen Luar Negeri Amerika sudah berulang kali meminta pemerintah Arab Saudi memberi klarifikasi mengenai status dan keadaan dua anak Al-Jabri ditahan, dan bakal terus mendesak mereka segera dibebaskan karena penahanannya tidak memiliki dasar hukum kuat."

Surat Kaldhal itu siginifikan lantaran selama ini pemerintahan Presiden Donlad Trump sungkan untuk mengecam berbagai pelanggarn hak asasi manusia dilakukan oleh pemerintah saudi.

 

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Hukuman mati dianulir, Saudi vonis lima terdakwa kasus pembunuhan Khashoggi dengan 20 tahun penjara

Saudi mulanya menyangkal telah membunuh Khashoggi, namun Bin Salman akhirnya mengaku bertanggung jawab meski tidak dijadikan tersangka.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bin Salman tangkap dua pangeran Saudi dengan tuduhan korupsi

Raja Salman telah memecat komandan pasukan koalisi di Yaman Letnan Jenderal Pangeran Fahad bin Turki bin Abdul Aziz dan putranya, Wakil Gubernur Provinsi Al-Jauf Pangeran Abdul Aziz bin Fahad bin Turki, dari jabatannya.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bin Salman tangkap lagi anggota keluarga Saad al-Jabri

Sehingga sudah empat kerabat Al-Jabri ditahan, yakni dua anaknya, abangnya, dan kini mantunya.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bin Salman tahan paman, adik sepupu, dan 30 pangeran serta perwira militer dalam hotel di Riyadh

Bin Nayif dan Pangeran Ahmad bersama puluhan pangeran dan perwira militer ditangkap sejak Maret lalu.





comments powered by Disqus