kabar

Pengadilan Amerika panggil Bin Salman untuk dimintai keterangan soal tuduhan ingin bunuh pengkritiknya

Bin Salman mesti memberikan keterangan soal tuduhan ingin membunuh Al-Jabri dan melakukan kegiatan mata-mata di Amerika buat mencari lokasi tempat tinggal Al-Jabri di Kanada.

10 Agustus 2020 19:55

Sehari setelah mantan pejabat intelijen Arab Saudi Saad al-Jabri mengajukan gugatan, Pengadilan Distrik Columbia, Ammerika Serikat, Jumat pekan lalu mengeluarkan surat pemanggilan terhadap Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman - beralamat di Istana Al-Auja, Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi - untuk memberikan keterangan.

Bin Salman mesti memberikan keterangan soal tuduhan ingin membunuh Al-Jabri dan melakukan kegiatan mata-mata di Amerika buat mencari lokasi tempat tinggal Al-Jabri di Kanada.

Pengadilan Distrik Columbia memberikan waktu 21 hari bagi anak dari Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz itu buat memberikan jawaban atas gugatan disampaikan oleh Al-Jabri, telah mengasingkan diri ke Toronto, Kanada, tiga tahun lalu.

"Kalau Anda tidak menanggapi pemanggilan ini, pengadialn akan mengambil keputusan mengabulkan gugatan dan mengharuskan Anda memenuhi segala permintaan penggugat," kata Pengadilan Distrik Columbia dalam surat pemanggilan ditanda tangani oleh panitera Angela D. Caesar dan salinannya diperoleh Albalad.co hari ini.

Gugatan Al-Jabri itu disampaikan oleh tim kuasa hukumnya dari kantor pengacara Jenner & Block LLP. Dalam surat gugatan setebal 107 halaman diperoleh Albalad.co Jumat pekan lalu, Al-Jabri meminta uang kompensasi ditentukan oleh pengadilan atas semua cedera akibat perbuatan Bin Salman dan orang-orang suruhannya.

Pengadilan Distrik Columbia juga diminta memutuskan Bin Salman dan para loyalisnya telah melanggar hak-hak Al-Jabri. Penggugat meminta pula kepada pengadilan buat memberikan sanksi terhadap Bin Salman dan ke-15 tergugat lainnya.

Dalam gugatannya, Al-Jabri mengungkapkan Bin Salman mengancam untuk membunuh dirinya melalui percakapan lewat WhatsApp pada September 2017. Kemudian pada 15 Oktober 2018, Bin Salman mengirim tim ke Kanada buat membunuh Al-Jabri tapi misi ini gagal.

Pengiriman tim eksekutor Al-Jabri itu dilakukan 13 hari setelah tim beranggotakan 15 warga Saudi melenyapkan kolumnis surat kabar the Washington Post, Jamal Khashoggi, di dalam kantor Konsulat Saudi di Kota Istanbul, Turki.

Al-Jabri juga bercerita mengenai awal permusuhannya dengan Bin Salman. Perselisihan ini dipicu oleh penentangann Al-Jabri terhadap intervensi militer Arab Saudi di Yaman dan penolakannya atas permintaan Bin Salman untuk mengirim Mabahith (polisi rahasia) untuk menculik seorang pangeran Saudi bermukim di Eropa, lantaran dia sering mengkritik kebijakan-kebijakan Bin Salman.

 

 

Marzuq Mashaan al-Utaibi has just launched a revolution against Al Saud regime in Saudi Arabia by establishing the national Mobilization Movement. (Albalad.co)

Para pembangkang Saudi bikin partai politik

"Tiap warga Saudi telah dewasa berhak mencalonkan diri atau memilih wakil-wakilnya di parlemen mempunyai kekuasaan membuat undang-undang dan mengawasi lembaga-lembaga eksekutif di Saudi."

Syekh Saleh bin Muhammad at-Talib, imam Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. (Twitter)

Arab Saudi tahan imam dan khatib Masjid Al-Haram sejak Agustus 2018

Sejak Bin Salman menjadi putera mahkota pada Juni 2017, Saudi getol menangkapi ulama, akademisi, aktivis, wartawan, konglomerat, pejabat, dan pangeran dianggap menentang kebijakan-kebijakannya.

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Hukuman mati dianulir, Saudi vonis lima terdakwa kasus pembunuhan Khashoggi dengan 20 tahun penjara

Saudi mulanya menyangkal telah membunuh Khashoggi, namun Bin Salman akhirnya mengaku bertanggung jawab meski tidak dijadikan tersangka.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bin Salman tangkap dua pangeran Saudi dengan tuduhan korupsi

Raja Salman telah memecat komandan pasukan koalisi di Yaman Letnan Jenderal Pangeran Fahad bin Turki bin Abdul Aziz dan putranya, Wakil Gubernur Provinsi Al-Jauf Pangeran Abdul Aziz bin Fahad bin Turki, dari jabatannya.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Netanyahu bawa cucian kotor tiap melawat ke Amerika

Hanya dua kemeja dan piyama Netanyahu dicucikan. Satu kemeja dan gaun digunakan Sara Netanyahu disetrika.

27 September 2020

TERSOHOR