kabar

Nasib mantan putera mahkota Arab Saudi tidak diketahui sejak ditahan oleh Bin Salman

Pihak keluarga tidak diizinkan menjenguk sejak Bin Nayif ditangkap Maret lalu.

24 Agustus 2020 14:25

Keadaan mantan Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Nayif tidak diketahui sejak dirinya ditahan atas perintah adik sepupunya, Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman.

Para pengacara menjadi kuasa hukum Bin Nayif menduga kliennya itu tidak dibolehkan dikunjungi oleh dokter pribadinya. Selain itu, pihak keluarga juga belum mengetahui lokasi penahanan Bin Nayif.

Mereka mengungkapkan kepada the Financial Times, pihak keluarga juga tidak diizinkan mengunjungi Bin Nayif ditangkap bareng putranya, Pangeran Nawaf Muhammad bin Nayif, dan Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz (adik dari Raja Salman bin Abdul Aziz) Maret lalu.

"Mereka (keluarga) tidak mengetahui di mana dia dipenjara, komunikasi lewat telepon dengan pangeran sangat terbatas. Ini benar-benar situasi menyedihkan," kata para pengacara Bin Nayif. "Tidak seorang pun dapat menengok dia. Keitga pangeran itu pun belum dikenai dakwaan."

Ketiga pangeran itu tengah pelesiran di padang pasir ketika ditangkap. Pangeran Nawaf sudah dibebaskan bulan ini tapi keadaan Bin Nayif dan Pangeran Ahmad bin Abdu Aziz belum diketahui.

Bin Salman menyingkirkan Bin Nayif dari posisi putera mahkota pada Juni 2017. Bin Nayif sempat dikenai tahanan rumah. Istri dan anak-anaknya juga tidak dibolehkan pergi ke luar negeri.

Sila baca: Tipuan Bin Salman di malam Ramadan

Pangeran Turki bin Abdullah, putra ketujuh dari mendiang Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz. (Saudi Leaks)

Bin Salman tahan anak Raja Abdullah sejak 2017, pihak keluarga baru sekali menjenguk

Bin Salman juga berusaha merampas dana milik Yayasan Raja Abdullah senilai US$ 20-30 miliar. 

Mantan Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Nayif. (Arab News)

Disiksa dalam tahanan, mantan putera mahkota Saudi sudah susah untuk berjalan

Bin Nayif ditahan bareng 19 pangeran Saudi lainnya, termasuk adik dari Raja Salman, sejak Maret tahun lalu.

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Jamal Khashoggi akui Saudi adalah penyebar ajaran Islam tidak toleran dan ekstrem

Khashoggi bilang, "Apakah negara saya (Arab Saudi) bertanggung jawab karena membiarkan dan bahkan mendukung radikalisme?" Ya dan mereka mesti bertanggung jawab atas hal itu."

Mantan komandan pasukan koalisi untuk Perang Yaman Letnan Jenderal Pangeran Fahad bin Turki bin Abdul Aziz. (Arab News)

Keponakan Raja Salman divonis hukuman mati karena rencanakan kudeta

Pangeran Fahad bin Turki dan putranya dibekuk dalam kampanye antikorupsi dilancarkan oleh Bin Salman.





comments powered by Disqus