kabar

Arab Saudi beli aplikasi peretas dan penyadap telepon seluler bikinan Israel

Nilai kontraknya US$ 250 juta setahun. Tiga negara Arab Teluk lainnya juga membeli Pegasus 3 adalah UEA, Bahrain, dan Oman.

28 Agustus 2020 03:38

Arab Saudi bareng tiga negara Arab Teluk lainnya - Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Oman - telah membeli alat peretas dan sadap telepon seluler bikinan perusahaan Israel, NSO Group. Penandatanganan kontrak pembelian senilai ratusan juta dolar Amerika Serikat setahun antara keempat negara Arab Teluk itu dengan NSO Group berlangsung beberapa tahun lalu.

Aplikasi bernama Pegasus 3 ini mampu menyalin semua isi telepon seluler, termasuk daftar kontak, surat elektronik, percakapan media sosial, rekaman video dan suara. Juga bisa mengontrol kamera dan rekaman audio telepon seluler diretas.

Pemerintah keempat negara Arab Teluk itu membeli Pegasus 3 buat melacak dan memantau pergerakan dan kegiatan kaum pembangkang di negara mereka masing-masing. Lewat aplikasi Pegasus 3 pula, Saudi melacak kegiatan Jamal Khashoggi mereka bunuh pada 2 Oktober 2018 dalam kantor Konsulat Saudi di Kota Istanbul Turki.

Sila baca: Polisi Kanada peringatkan pengkritik Saudi akan jadi target pembunuhan Bin Salman

Karena pembelinya rezim berkuasa, maka dalam transaksinya terdapat wakil dari NSO Group, pihak intelijen Israel, dan wakil intelijen dari keempat negara Arab Teluk itu. Pembelian lainnya adalah pemerintah Yordania. Proses negosiasi terjadi di masing-masing negara dan sebagian dilakukan di Israel.

NSO Group memang memiliki tim pemasaran khusus untuk kawasan Arab Teluk. Mereka semua dilengkapi paspor selain Israel sehingga dapat mengunjungi Arab Saudi, UEA, Bahrain, dan Oman. Keempat konsumen Pegasus 3 ini memiliki kode nama unik di NSO Group, Subaru untuk Arab saudi, BMW buat Bahrain, dan Jaguar bagi Yordania.

Namun NSO Group tidak menjual aplikasi Pegasus 3 ke Qatar karena memang dilarang oleh pemerintah Israel.

Nilai masing-masing kontrak antara NSO Group dengan Arab Saudi, UEA, Bahrain, dan Oman, adalah US$ 250 juta saban tahun. "Sebuah produk Anda jual di Eropa seharga US$ 10 juta bisa Anda jual ke negara-negara Arab teluk sepuluh kalinya," kata seorang sumber mengetahui betul keguiatan bisnis NSO Group.

NSO Group sejatinya memiliki kontrol penuh atas penggunaan aplikasi pegasus 3 tapi hal ini tidak mereka lakukan buat keempat konsumen istimewanya: Arab Saudi, UEA, Bahrain, dan Oman. Mereka beralasan hal itu dibatasi oleh aturan hukum di keempat negara itu.

Untuk mencegah informasi diperoleh Pegasus 3 bocor, aplikasi ini dirancang terhapus otomatis kalau pengguna telepon seluler diretas memasuki lima negara berikut: Israel, Iran, Rusia, Cina, dan Amerika Serikat.

Pasukan pemerintah Libanon berjaga di Desa Khaldah, selatan Ibu Kota Beirut, setelah terjadi penyergapan oleh warga Sunni terhadap rombongan pelayat Hizbullah pada 1 Agustus 2021. (Twitter)

Militer Libanon tangkap satu pelaku penyergapan atas rombongan pelayat Hizbullah

Ali Syibli ditembak oleh warga Sunni sebagai balas dendam atas kematian adiknya tahun lalu.

Pasukan penembak jitu Taliban ditempatkan di daerah perbatasan Afghanistan dengan Iran di  Pelabuhan Syekh Nasr Farahi, Provinsi Farah. (Albalad.co/Supplied)

Taliban tempatkan pasukan penembak jitu di perbatasan Afghanistan-Iran

Gegara situasi keamanan makin mengancam, Iran telah melarang warganya mengunjungi Afghanistan. 

Menteri Pertahanan Israel Naftali Bennett (kiri) berbicara dengan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel Aviv Kohavi ketika mengunjungi Dataran Tinggi Golan pada 18 Desember 2019. (Ariel Hermoni/Defense Ministry)

Perdana menteri Israel pernah berkunjung ke Indonesia

Bennett menjadi menteri Israel kedua pernah melawat ke Indonesia setelah Shimon Peres.

Pesawat Saudi Arabian Airlines. (Gulf Business)

Sepekan terakhir, 250 warga Saudi tinggalkan Indonesia

Ahad pekan ini akan ada lagi rombongan warga Saudi tinggalkan Indonesia.





comments powered by Disqus