kabar

Bin Salman tangkap dua pangeran Saudi dengan tuduhan korupsi

Raja Salman telah memecat komandan pasukan koalisi di Yaman Letnan Jenderal Pangeran Fahad bin Turki bin Abdul Aziz dan putranya, Wakil Gubernur Provinsi Al-Jauf Pangeran Abdul Aziz bin Fahad bin Turki, dari jabatannya.

02 September 2020 13:30

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman telah memerintahkan penangkapan terhadap komandan pasukan koalisi di Yaman Letnan Jenderal Pangeran Fahad bin Turki bin Abdul Aziz dan putranya, Wakil Gubernur Provinsi Al-Jauf Pangeran Abdul Aziz bin Fahad bin Turki. Keduanya ditangkap dengan tudingan terlibat korupsi di Kementerian Pertahanan, seperti dilansir Ajel News.

Selan itu, empat pejabat Kementerian Pertahanan lainnya juga ditahan dengan alasan serupa. Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz kemarin mengeluarkan keputusan memecat keenam tersangka kasus korupsi itu.

Sumber Albalad.co dalam lingkungan istana mengungkapkan alasan penangkapan bukan korupsi namun Bin Salman menilai Pangeran Fahad bin Turki merencanakan kudeta terhadap dirinya. "Ini bukan terakhir. Penangkapan baru terhadap anggota keluarga Bani Saud dan perwira militer akan terus berlanjut," katanya.

Sejak menjadi putera mahkota tiga tahun lalu, Bin Salman getol menangkapi orang-orang dianggap pembangkang, termasuk ulama, pangeran knglomerat, pejabat, wartawan, akademisi, dan aktivis.

Pangeran Turki bin Abdullah, putra ketujuh dari mendiang Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz. (Saudi Leaks)

Bin Salman tahan anak Raja Abdullah sejak 2017, pihak keluarga baru sekali menjenguk

Bin Salman juga berusaha merampas dana milik Yayasan Raja Abdullah senilai US$ 20-30 miliar. 

Mantan Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Nayif. (Arab News)

Disiksa dalam tahanan, mantan putera mahkota Saudi sudah susah untuk berjalan

Bin Nayif ditahan bareng 19 pangeran Saudi lainnya, termasuk adik dari Raja Salman, sejak Maret tahun lalu.

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Jamal Khashoggi akui Saudi adalah penyebar ajaran Islam tidak toleran dan ekstrem

Khashoggi bilang, "Apakah negara saya (Arab Saudi) bertanggung jawab karena membiarkan dan bahkan mendukung radikalisme?" Ya dan mereka mesti bertanggung jawab atas hal itu."

Mantan komandan pasukan koalisi untuk Perang Yaman Letnan Jenderal Pangeran Fahad bin Turki bin Abdul Aziz. (Arab News)

Keponakan Raja Salman divonis hukuman mati karena rencanakan kudeta

Pangeran Fahad bin Turki dan putranya dibekuk dalam kampanye antikorupsi dilancarkan oleh Bin Salman.





comments powered by Disqus