kabar

Pengadilan Amerika perintahkan satu pangeran dan menteri urusan Islam Arab Saudi bersaksi soal Teror 11/9

Secara keseluruhan, pengadilan federal Amerika memanggil 24 pejabat dan mantan pejabat Saudi untuk bersaksi.

13 September 2020 15:35

Hakim Federal Amerika Serikat Sarah Netburn telah mengeluarkan perintah pengadilan untuk meminta 24 pejabat dan mantan pejabat Arab Saudi bersaksi seputar serangan 11 September 2001 menewaskan hampir tiga ribu warga Amerika.

Orang paling ditunggu kesaksiannya adalah eks Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika Pangeran Bandar bin Sultan, sangat dekat dengan para pengambil kebijakan di Washington DC, seperti dilansir Yahoo News Jumat lalu.

Para korban keluarga korban Teror 11/9 menyambut gembira keputusan pengadilan itu setelah beberapa tahun mereka mengajukan gugatan karena meyakini beberapa pejabat Saudi terlibat atau mengetahui pemerintah Saudi membantu para pelaku serangan teror itu.

Sila baca:

Tangan Saudi dalam Teror 11/9

Stempel Saudi dalam Teror 11/9

Menurut juru bicara keluarga korban Teror 11/9, Brett Eagleson, keputusan Hakim Sarah Netburn itu merupakan titik balik dalam gugatan mereka ke pengadilan. "Itu keputusan paling penting kami peroleh sejauh ini," katanya.

Namun pelaksanaan dari perintah pengadilan itu bergantung pada kemauan pemerintah Saudi lantaran ada sejumlah orang-orang penting di negara Kabah itu diminta bersaksi.

Selain itu, keputusan pengadilan ini penuh risiko karena Pangeran Bandar dikenal sangat dekat dengan para pejabat senior Amerika selama bertahun-tahun. Dia bahkan dijuluki Bandar Bush, karena saking akrabnya keluarga mantan Presiden Amerika George Bush. Apalagi saat ini, anak perempuannya, Puteri Rima binti Bandar, menjabat duta besar Saudi untuk Amerika.

Sejauh ini belum ada komentar dari kuasa hukum pihak Saudi. Juga belum ada bukti Pangeran Bandar kenal dengan para pelaku teror 11/9.

Sila baca: Arab Saudi ancam jual total aset US$ 750 miliar di Amerika Serikat

Hasil investigasi dilakukan para keluarga korban Teror 11/9 berhasil menemukan bukti dua pelaku di antaranya, Khalid al-Mihdar dan Nawaf al-Hazmi, menerima bantuan keuangan dan sokongan lainnya dari orang-orang memiliki kaitan dengan pemerintah Saudi.

Selain Pangeran Bandar bin Sultan, dalam perintah bagi 24 pejabat Saudi untuk memberikan kesaksian juga terdapat nama Ahmad al-Jarrah (diplomat), Fahad ath-Thamiri (pejabat urusan Islam), Menteri Urusan Islam Saleh bin Abdul Aziz asy-Syekh, Ahmad bin Abdul Aziz Qattan (orang dekat Pangeran Bandar bin Sultan).

 

Pasukan pemerintah Libanon berjaga di Desa Khaldah, selatan Ibu Kota Beirut, setelah terjadi penyergapan oleh warga Sunni terhadap rombongan pelayat Hizbullah pada 1 Agustus 2021. (Twitter)

Militer Libanon tangkap satu pelaku penyergapan atas rombongan pelayat Hizbullah

Ali Syibli ditembak oleh warga Sunni sebagai balas dendam atas kematian adiknya tahun lalu.

Pasukan penembak jitu Taliban ditempatkan di daerah perbatasan Afghanistan dengan Iran di  Pelabuhan Syekh Nasr Farahi, Provinsi Farah. (Albalad.co/Supplied)

Taliban tempatkan pasukan penembak jitu di perbatasan Afghanistan-Iran

Gegara situasi keamanan makin mengancam, Iran telah melarang warganya mengunjungi Afghanistan. 

Bendera Arab Saudi. (ibtimes.co.uk)

Tiga eks pejabat Saudi diinterogasi karena diduga terkait pelaku Teror 11/9

Pada September tahun lalu, Hakim Sarah Netburn dari Pengadilan Federal Distrik Manhattan memutuskan Saudi harus menghadirkan 24 pejabat dan eks pejabatnya untuk dimintai keterangan dalam sidang gugatan keluarga korban Teror 11/9.

Bendera Arab Saudi. (Twitter/@SaudiMonarchy)

FBI sebut nama pejabat Saudi mengatur bantuan bagi dua pelaku Tragedi 11/9

Al-Jarrah menginstruksikan kepada Fahad dan Umar untuk membantu kedua pelaku agar mendapat izin tinggal di Amerika.





comments powered by Disqus