kabar

Prancis latih tentara Saudi buat berperang di Yaman

Kamp pelatihan itu dikelola oleh pabrik senjata asal Belgia.

05 Oktober 2020 22:36

Prancis telah memberikan dukungan dana dan politik terhadap sebuah kamp militer swasta untuk melatih tentara-tentara Arab Saudi akan berperang di Yaman, menurut sebuah laporan investigasi dilansir Amnesty International Juli lalu.

Negara Mode ini juga memasok persenjataan bagi Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA), dua negara memimpin koalisi dalam menghadapi pemberontak Syiah Al-Hutiyun sokongan Iran di Yaman.

Menurut Audrey Lebel, penyusun laporan itu, kamp pelatihan militer ini berlokasi di Commercey, selatan Prancis, dan dikelola oleh produsen senjata asal Belgia, John Cockerill. Pelatihan itu bertujuan mempersiapkan serdadu-serdadu negara Kabah menggunakan senjata-senjata mutakhir sudah dipakai dalam Perang Yaman.

Selama mengelola kamp latihan itu, John Cockerill dibebaskan dari membayar pajak dan kontribusi sosial lainnya selama tiga tahun. Dua tahun kemudian, pabrikan senjata ini hanya diminta membayar sebagian pajaknya dan sisanya ditanggung oleh pemerintah Prancis.

"Dalam kontrak juga disebutkan perusahaan itu akan dibebaskan dari pajak properti sepanjang lima tahun. Juga tidak dikenai kewajiban atas asuransi sosial dan tunjangan keluarga," kata Audrey.

Prancis, eksportir senjata terbesar ketiga di dunia, memandang Saudi dan UEA sebagai klien utama mereka. Karena itu Paris menolak menghentikan penjualan senjata kepada kedua negara Arab Teluk itu. Tahun lalu, Prancis mengirim persenjataan lagi ke Saudi.

Tekanan terhadap pemerintah Prancis untuk menyetop pasokan senjata bagi Saudi menguat setelah situs berita Disclose menulis laporan April lalu soal penggunaan tank dan artileri bikinan Prancis dalam Perang Yaman.

Perang dimulai sejak Maret 2015 itu telah menciptakan krisis kemanusiaan terbesar abad ini, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa. Lebih dari seratus ribu orang tewas dan jutaan penduduk Yaman kelaparan.

Fasilitas minyak milik Saudi Aramco di Kota Jeddah, Arab Saudi, pada 4 Maret 2021 diserang oleh milisi Al-Hutiyun di Yaman. (Twitter)

Al-Hutiyun serang fasilitas minyak Aramco di Jeddah

Al-Hutiyun juga menggunakan peluru kendali Quds 2 saat menyerang lokasi serupa November tahun lalu.

Suasana di luar bandar Udara Raja Abdul Aziz di Kota Jeddah, Arab Saudi, Juni 2017. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Al-Hutiyun serang bandar udara di Jeddah sehingga berhenti beroperasi dua jam

Dalam sembilan hari terakhir, Al-Hutiyun menyerang bandar-bandar udara di Saudi. 

Abdul Malik al-Hutiyun, pemimpin milisi Syiah Al-Hutiyun di Yaman. (yemenobserver.com)

Amerika hapus milisi Syiah sokongan Iran di Yaman dari daftar organisasi teroris

Trump memasukkan Al-Hutiyun ke dalam daftar organisasi teroris pada 19 Januari, sehari sebelum masa jabatannya rampung.

Bandar Udara Abha di selatan Arab Saudi. (Al-Arabiya)

Serangan pengebom nirawak Al-Hutiyun ke Bandar Udara Abha sebabkan pesawat Saudi terbakar

Serbuan udara itu dilakukan empat pesawat pengebom nirawak.





comments powered by Disqus