kabar

Bin Salman: Saya bisa dibunuh kalau berbaikan dengan Israel

Ketakutan itu dia sampaikan kepada Haim Saban, konglomerat Yahudi berkewarganegaraan Israel dan Amerika, ketika keduanya bertemu.

23 Oktober 2020 13:38

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman rupanya masih takut untuk mengikuti jejak dua negara sekutunya di kawasan Arab Teluk, Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain, untuk menjalin hubungan diplomatik dengan Israel.

UEA dan Bahrain meneken kesepakatan dengan Israel untuk membina hubungan resmi pada 15 September di Gedung Putih, Ibu Kota Washington DC, Amerika Serikat.

Ketakutan itu dia sampaikan kepada Haim Saban, konglomerat Yahudi berkewarganegaraan Israel dan Amerika, ketika keduanya bertemu. Saban, lelaki kelahiran Aleksandria, Mesir, 76 tahun lalu menceritakan kecemasan Bin Salman dalam kampanye virtual Pemilihan Presiden Amerika untuk mendukung pasangan calon Joe Biden dan Kamala Harris dari Partai Demokrat.

"Dia (Bin Salman) tidak bisa mengekor UEA dan Bahrain untuk menormalisasi hubungan dengan Israel karena kalau melakukan itu, dia dapat dibunuh oleh Iran, Qatar, atau rakyatnya sendiri," kata Saban dalam wawancara dengan Ted Deutch, anggota Kongres dari Partai Demokrat.

Meski kedua negara belum menjalin hubungan diplomatik, sejak Bin Salman menjadi putera mahkota, hubungan Saudi-Israel kian mesra. Bulan lalu, Saudi mengizinkan wilayah udaranya dilintasi semua penerbangan dari Israel menuju Timur Jauh dan sebaliknya. Bin Salman juga sudah dua kali bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, di Ibu Kota Tel Aviv, Israel, dan Ibu Kota Amman, Yordania.

Pernyataan Saban itu keluar sepekan setelah Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo mendesak Arab Saudi membina hubungan resmi dengan negara Zionis itu. Ajakan ini dia katakan dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan di Washington DC.

Dalam daftar orang paling tajir versi majalah Forbes tahun ini, Haim Saban ditaksir berharta US$ 2,9 miliar (kini setara Rp 42,6 triliun). Dia adalah salah satu donor utama bagi Partai Demokrat dan aktif dalam beragam upaya politik di Amerika buat menyokong Israel.

Jet pribadi mengangkut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Direktur Mossad (dinas rahasia luar negeri Israel) Yossi Cohen terbang ke Kota Neom, Arab Saudi, untuk mengadakan pertemuan dengan Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman pada 22 November 2020. (Twitter)

Netanyahu terbang ke Arab Saudi temui Bin Salman

Pertemuan kemarin menjadi yang ketiga antara Bin Salman dan Netanyahu setelah 2017 dan 2018. 

Lujain al-Hazlul, aktivis Arab Saudi ditahan sejak Mei 2018. (Facebook)

Adik Bin Salman ancam perkosa dan bunuh aktivis perempuan ditahan

Mereka juga dipaksa mencium atau melakukan adegan seksual terhadap sang pemeriksa. 

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Kemenangan Biden, harapan Abbas, dan kecemasan Bin Salman

Biden akan membuka penyelidikan atas kasus pembunuhan Khashoggi dan menghentikan dukungan terhadap perang di Yaman.

Abdurrahim al-Huwaiti, warga dari Suku Huwaitat, dibunuh pasukan keamanan Arab Saudi pada April 2020 karena menolak rumahnya digusur untuk menjadi bagian dari proyek pembangunan kota raksasa Neom. (EG24 News)

20 orang dari Suku Huwaitat ditahan karena tolak pembangunan kota impian Bin Salman

Pihak keamanan negara Kabah itu sempat menangkap dua anak dari Suku Huwaitat, yakni Asim Hammud Abu Radhi (9 tahun) dan Misfir Hammud Abu Radhi (12 tahun).





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Netanyahu segera melawat ke Bahrain

Kalau Netanyahu jadi berkunjung ke Bahrain, maka itu menjadi negara Arab Teluk ketiga dia datangi setelah Oman pada Oktober 2018 dan Arab Saudi di bulan ini.

24 November 2020

TERSOHOR