kabar

Mossad kembali bunuh ilmuwan nuklir Iran

Sejak 2010, Mossad sudah mulai menyasar ilmuwan nuklir Iran dan sampai sekarang sudah enam ahli nuklir negara Mullah itu tewas di tangan Mossad, termasuk Fakhrizadeh.

28 November 2020 09:46

Mossad (dinas rahasia luar negeri Israel) diyakini mendalangi pembunuhan ilmuwan nuklir Iran Muhsin Fakhrizadeh kemarin di Absar, sekitar 40 kilometer sebelah timur Ibu Kota Teheran, Iran.

Sejumlah saksi melihat kejadian itu mengungkapkan mobil sedan hitam ditumpangi Fakhrizadeh dan koleganya diserang oleh ledakan bom. Pelaku berjumlah 3-4 orang kemudian menembaki kedua korban dengan senapan mesin hingga Fakhrizadeh dan rekannya itu tewas di tempat.

Tewasnya Fakhrizadeh terjadi dua bulan menjelang berakhirnya pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Di era Trump inilah, negara adikuasa itu dua tahun lalu keluar dari kesepakatan nuklir Iran, dicapai pada 2015 di Ibu Kota Wina, Austria.

Fakhrizadeh, 59 tahun, adalah ahli fisika pernah menjadi pejabat IRGC (Korps Garda Revolusi Islam Iran) dan profesor di Universitas Imam Husain, Teheran. Beberapa laporan menyebutkan dia dilahirkan di Kota Qom.

Tidak banyak diketahui soal Fakhrizadeh, namun dia memimpin program Amad (berarti harapan dalam bahasa Persia). Israel dan Amerika Serikat menduga itu adalah proyek pengembangan senjata nuklir.

Sejumlah pejabat intelijen bilang kepada the New York Times, Mossad di balik pembunuhan Fakhrizadeh.

Iran bertahun-tahun menolak permintaan IAEA (Badan Tenaga Atom Internasional) untuk berbicara dengan Fakhrizadeh, dengan alasan dia cuma akademisi dan tidak terlibat dalam proyek nuklir. Tapi sebuah laporan intelijen Amerika pada 2007 membongkar posisi akademiknya hanya samaran dan setahun kemudian, Washington DC menerapkan sanksi kepada dirinya.

Mossad dan CIA (dinas rahasia luar negeri Amerika) mulai melacak keberadaan Fakhrizadeh pada 2006, seperti dilansir stasiun televisi Channel 12. Pada 2018, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut Fakhrizadeh sebagai kepala proyek senjata nuklir Iran. "Ingat nama itu, Fakhrizadeh," katanya.

Menurut Channel 12, Fakhrizadeh bukan satu-satunya bapak program senjata nuklir Iran. Dia juga ahli peluru kendali balistik. "Fakhrizadeh salah satu orang paling dijaga di Iran. Dia selalu dikelilingi pengawal."

Sima Shine, ahli Iran di Institut Studi Keamanan Nasional, Tel Aviv, menekankan Fakhrizadeh memang masuk dalam daftar orang mesti dibunuh versi Mossad. "Walau dia sudah tidak ada, program nuklir Iran tidak akan berhenti," ujarnya.

Sejak 2010, Mossad sudah mulai menyasar ilmuwan nuklir Iran dan sampai sekarang sudah enam ahli nuklir negara Mullah itu tewas di tangan Mossad, termasuk Fakhrizadeh. Lima korban lainnya adalah Masud Ali Muhammadi, Majid Syahriari, Mustafa Ahmadi Rosyan, Faraidun Abbasi, dan Darius Rezainejad.

Sila baca: Lika liku Mossad di Teheran

 

 

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas saat rapat kerja dengan Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat di kompleks parlemen, Jakarta, 18 Januari 2021. (YouTube)

Menteri agama minta pemerintah prioritaskan vaksinasi Covid-19 kepada calon jamaah haji

Gegara pandemi Covid-19, Saudi memutuskan ibadah haji tahun lalu cuma bagi penduduk negara Kabah itu

Petugas memayungi seorang jamaah umrah pada November 2020. (Haramain Info)

Menteri Yaqut: Belum ada kepastian soal pelaksanaan haji 2021

Gegaran pandemi Covid-19, Saudi memutuskan ibadah haji tahun lalu cuma bagi penduduk negara Kabah itu.

Dura Besar Indonesia untuk Iran Ronny Prasetyo didampingi Sekretaris Pertama KBRI Teheran Fikri Fikriansyah bertemu lima warga Indonesia bekerja sebagai awak kapal Ruby. (KBRI Teheran buat Albalad.co)

Iran bebaskan lima awak kapal asal Indonesia dari penjara

Mereka dibebaskan Desember tahun lalu karena tidak terbukti terlibat penyelundupan minyak.





comments powered by Disqus