kabar

Pasukan Amerika di Irak sudah tahu bakal diserang Iran 2,5 jam sebelumnya

Iran memberitahu Irak akan menyerang, informasi itu kemudian diteruskan Baghdad kepada militer Amerika.

15 Januari 2020 14:05

Serangan peluru kendali Iran terhadap dua markas pasukan Amerika Serikat di Irak - pangkalan udara Ain al-Assad di Provinsi Anbar dan fasilitas militer di Irbil - Rabu pekan lalu tidak menimbulkan korban. Rupanya mereka sudah mengetahui kemungkinan serbuan itu 2,5 jam sebelumnya.

Alhasil, pasukan Amerika di kedua markas itu memiliki cukup waktu buat evakuasi atau berlindung dalam bunker, seperti dilansir stasiun televisi CNN.

Pentagon (Departemen Pertahanan Amerika) menyebutkan 22 peluru kendali Iran menghantam pangkalan udara Ain al-Assad dan selebihnya menyasar fasulitas militer di Irbil.

Serangan negara Mullah itu sebagai balasan atas pembunuhan dilakukan pesawat nirawak Amerika terhadap Mayor Jenderal Qasim Sulaimani, komandan pasukan elite Iran, Brigade Quds, pada 3 Januari lalu di Ibu Kota Baghdad, Irak.

Sebagian besar tentara Amerika diungsikan keluar Ain al-Assad dan sebagian bertahan di dalam bunker pada Selasa pukul sebelas malam waktu setempat, sebelum empat peluru kendali pertama dari Iran jatuh di sana.

Serbuan peluru kendali Iran itu berlangsung dua jam dan menargetkan markas pasukan Amerika, menempati lahan seluas seperempat dari pangkalan udara Ain al-Assad.

Para prajurit bilang seperti sebuah keajaiban mereka bisa selamat karena peluru-peluru kendali itu jatuh hanya beberapa meter dari bunker.

Ini kali pertama para prajurit Amerika itu berbicara kepada wartawan mengenai kondisi mereka saat diserang peluru kendali Iran. CNN menjadi media pertama dibolehkan melihat kondisi Ain al-Assad setelah dibombardir Iran.

Iran memberitahu secara lisan kepada Perdana Menteri Irak Adil Abdul Mahdi tentang rencana mereka menyerang markas pasukan Amerika di negara itu. Menurut seorang diplomat Arab, Baghdad memberitahu Amerika markas mana saja akan diserang oleh negeri Persia itu.

Pangkalan udara Ain al-Assad adalah salah satu markas militer terbesar sekaligus tertua di Irak. Di sanalah, pasukan Amerika bermarkas pertama kali setelah menginvasi Irak pada 2003, berakhir dengan keruntuhan rezim Presiden Saddam Husain.

Jumlah tentara Amerika di Irak pernah mencapai 170 ribu personel. Presiden Barack Obama pada 2011 memutuskan untuk menarik semua pasukannya dari Irak. Tiga tahun kemudian, pemerintah Irak meminta bantuan pasukan buat memerangi milisi ISIS (negara Islam Irak dan Suriah), Pentagn mengirim sekitar lima ribu serdadu bertahan sampai sekarang.

Faisal Assegaf/CNN

 

Putera Mahkkota Bahrain Syekh Salman bin Hamad al-Khalifah mengundang Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk datang berkunjung ke negara Arab Teluk itu. Undangan itu dia sampaikan saat berbicara dengan Netanyahu lewat telepon pada 23 November 2020. (crownprince.bh)

Netanyahu segera melawat ke Bahrain

Kalau Netanyahu jadi berkunjung ke Bahrain, maka itu menjadi negara Arab Teluk ketiga dia datangi setelah Oman pada Oktober 2018 dan Arab Saudi di bulan ini.

Pesawat kargo mengangkut bantuan kemanusiaan dari Israel bagi korban tsunami di Aceh. (Steve Stein buat Albalad.co)

Misi kemanusiaan Israel di Indonesia

Israel pertama kali melakukan misi kemanusiaan di Indonesia membantu korban tsunami Aceh.

Jet pribadi mengangkut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Direktur Mossad (dinas rahasia luar negeri Israel) Yossi Cohen terbang ke Kota Neom, Arab Saudi, untuk mengadakan pertemuan dengan Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman pada 22 November 2020. (Twitter)

Netanyahu terbang ke Arab Saudi temui Bin Salman

Pertemuan kemarin menjadi yang ketiga antara Bin Salman dan Netanyahu setelah 2017 dan 2018. 

Pesawat kargo mengangkut bantuan kemanusiaan dari Israel bagi korban tsunami di Aceh. (Steve Stein buat Albalad.co)

Pemerintah buka layanan calling visa bagi Israel

Keputusan itu tiba-tiba karena tidak menjadi prioritas dalam proses pemulihan ekonomi setelah pandemi Covid-19.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Netanyahu segera melawat ke Bahrain

Kalau Netanyahu jadi berkunjung ke Bahrain, maka itu menjadi negara Arab Teluk ketiga dia datangi setelah Oman pada Oktober 2018 dan Arab Saudi di bulan ini.

24 November 2020

TERSOHOR