kabar

Saudi bayar Rp 6,8 triliun buat ongkos operasional pasukan Amerika

Saudi sudah menaruh deposit Rp 13,6 triliun di bank untuk ongkos operasional pasukan Amerika. 

20 Januari 2020 10:40

Seorang pejabat Amerika Serikat mengungkapkan Arab Sauditelah membayar US$ 500 juta (kini setara Rp 6,8 triliun) buat biaya operasional pasukan Amerika di negara Kabah itu. Pembayaran ini dilakukan bulan lalu. 

Dalam wawancara khusus dengan stasiun televisi Fox News dua pekan lalu, Presiden Amerika Donald Trump menekankan Saudi sudah menaruh deposit US$ 1 miliar (Rp 13,6 triliun) di bank untuk ongkos operasional pasukan Amerika. 

Setelah dua fasilitas milik perusahaan minyak dan gas Saudi Aramco pada September tahun lalu. Setelah itu, Amerika menyetujui penambahan tiga ribu tentara buat mengamankan negeri Dua Kota Suci itu dengan alasan ancaman dari Iran meningkat.

Biaya ditanggung oleh Saudi itu termasuk operasional serdadu, jet tempur, dan peluru kendali Patriot.

Amerika juga memiliki pangkalan militer di Kota Dhahran dan masih beroperasi sampai sekarang. 

Ini bukan kali pertama Saudi menanggung biaya operasional pasukan Amerika. Saudi bareng Kuwait dan negara Arab Teluk lainnya membayar US$ 36 miliar (Rp 491,7 triliun) untuk ongkos pasukan Amerika mengusir pasukan Irak dari Kuwait pada Perang Teluk 1990-1991. 

Selain ancaman dari Iran, Saudi tengah berperang menghadapi milisi Al-Hutiyun - juga sokongan Iran - di Yaman. Tiga kota di daerah perbatasan dengan Yaman - Najran, Jizan, dan Abha - kerap menjadi sasaran serangan peluru kendali Al-Hutiyun.

 

 

Jalan di sekitar Masjid Al-Haram, Kota Makkah, lengang dari kendaraan sejak Arab Saudi memberlakukan jam malam pada 23 Maret 2020. (Haramain Info)

Penderita Covid-19 di Makkah bertambah jadi 466 orang

Sedangkan di Madinah terdapat empat pasien baru. Alhasil, orang terinfeksi Covid-19 di kota nabi itu naik menjadi 239 orang.

Pemeriksaan suhu tubuh di sebuah kantor di Arab Saudi. (Saudi Gazette)

Korban meninggal karena Covid-19 di Arab Saudi meningkat jadi 34 orang

Terdapat 2.385 penderita Covid-19 di negara Kabah itu, termasuk yang wafat.

Desain calon menara terjangkung sejagat bakal dibangun di Kota Dubai, Uni Emirat Arab. (Arabian Business)

Dubai berlakukan jam malam 24 jam selama dua pekan

Hingga kemarin, penderita Covid-19 di Uni Emirat Arab berjumlah 1.505 orang, termasuk sepuluh meninggal.

Jalan di sekitar Masjid Al-Haram, Kota Makkah, lengang dari kendaraan sejak Arab Saudi memberlakukan jam malam pada 23 Maret 2020. (Haramain Info)

Pengidap Covid-19 di Makkah bertambah jadi 393 orang

Penderita Covid-19 di Madinah naik ke angka 235 orang.





comments powered by Disqus