kabar

Arab Saudi terjemahkan Al-Quran ke dalam bahasa Ibrani

Empat kekeliruan serius lainnya adalah menghapus nama Nabi Muhammad.

29 Januari 2020 16:23

Arab Saudi telah menerjemahkan sebuah Al-Quran ke dalam bahasa Ibrani, bahasa dipakai bangsa Yahudi. Namun Al-Quran pertama dalam bahasa Ibrani memiliki kesalahan lebih dari 300. 

Ratusan kekeliruan terjemahan itu di antaranya mendukung klaim Israel terhadap Yerusalem sebagai ibu kota abadi mereka dan tidak dapat dibagi dua. Kesalahan serius dibuat adalah menerjemahkan kompleks Masjid Al-Aqsa menjadi Kuil Bukit, nama biasa dipakai oleh orang Yahudi. 

Empat kekeliruan serius lainnya adalah menghapus nama Nabi Muhammad, seperti dilansir Shehab News.

Situs resmi pabrik percetakan Al-Quran Raja Fahad, memproduksi puluhan juta Al-Quran dalam 74 bahasa saban tahun, mengunggah Al-Quran dalam bahasa Ibrani. Namun unggahan itu dihapus Sabtu malam pekan lalu.

Percetakan Raja Fahad menyatakan akan melaporkan kekeliruan Al-Quran Bahasa Ibrani kepada pihak berkompeten. 

 

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Arab Saudi restui Bahrain menjalin hubungan diplomatik dengan Israel

Saudi dan Bahrain pekan lalu mengizinkan wilayah udara mereka dilewati semua penerbangan dari Israel ke Timur Jauh dan sebaliknya.

Syekh Abdurrahman as-Sudais, Imam Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. (Youtube)

Imam Masjid Al-Haram isyaratkan restui Arab Saudi membina hubungan diplomatik dengan Israel

Syekh Sudais menyebutkan beberapa contoh Nabi Muhammad berhubungan baik dengan orang-orang Yahudi.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Israel girang Arab Saudi sebut Iran negara sponsor terorisme

Arab Saudi bareng Israel dan Amerika menuding pencabutan embargo senjata akan membuatIran menciptakan ketidakstabilan di Timur Tengah dengan mempersenjatai milisi-milisi binaannya.

Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan. (Saudi Gazette)

Saudi larang pemegang paspor Israel berkunjung

Dia menambahkan Saudi dapat mengubah kebijakannya kalau perdamaian antara Palestina dan Israel sudah tercapai.





comments powered by Disqus