kabar

Polisi tangkap satu tersangka kasus penipuan terhadap puteri kerajaan Saudi

"Duit itu dikirim dari rekening milik Puteri Luluah di Bank Samba ke delapan rekening BCA kepunyaan EAH alias Eka," ujar Artana.

30 Januari 2020 19:41

Polisi telah menangkap perempuan berinisial EAH alias Eka, satu dari dua tersangka dalam kasus penipuan terhadap Puteri Luluah binti Muhammad bin Abdullah as-Saud dari kerajaan Arab Saudi. Korban rugi sekitar Rp 512 miliar.

"Satu tersangka (EAH alias Eka) ditangkap kemarin," kata Direktur Tindak Pidana Umum Badan Reserse dan Kriminal Kepolisian Republik Indonesia Brigadir Jenderal Ferdy Sambo saat dihubungi Albalad.co melalui telepon WhatsApp hari ini. Sedangkan satu tersangka lagi, EMC alias Evie merupakan ibu dari Eva, masih buron.

Dihubungi terpisah, I Gusti Ngurah Artana, anggota tim kuasa hukum Puteri Luluah, menjelaskan perkara penipuan terhadap kliennya bermula dari ajakan tersangka EAH alias Eka terhadap Puteri Luluah pada 2008 untuk berinvestasi di Indonesia. Karena Eka bekerja di perusahaan milik Puteri Luluah di Malaysia, perempuan bangsawan Saudi ini berminat.

Hingga akhirnya disepakati Puteri Luluah untuk membeli tanah dan membangun Vila Kama dan Amrita Tedja di Jalan Pura Dalem, Banjar Sala, Desa Pejeng Kawan, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali.

Puteri Luluah kemudian mengirim fulus sekitar Rp 505,5 miliar sejak 27 April 2011 hingga 16 September 2018, namun hingga 2018 pembangunan itu tidak rampung. "Berdasarkan informasi dari penyidik, duit itu dikirim dari rekening milik Puteri Luluah di Bank Samba ke delapan rekening BCA kepunyaan EAH alias Eka," ujar Artana.

Selaku pengacara, Artana tahun lalu menyelidiki siapa sebenranya kedua tersangka. Mereka memiliki beberapa tempat tinggal di Jakarta dan Malang, Jawa Timur. Di Malang, dirinya sejumlah properti milik kedua tersangka, termasuk sebuah rumah dijadikan gudang dan tempat penyewaan mobil mewah.

Artana mengaku mendapat kuasa hukum dari perwakilan Puteri Luluah di Balik, yakni dua orang berkewarganegaraan Inggris. Namun dia menoak menjelaskan secara rinci identitas dari dua orang kepercayaan Puteri Luluah itu.

Menurut Brigadir Jenderal Ferdy Sambo, berdasarkan hitungan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Ni Made Tjandra Kasih, nilai bangunan vila itu tidak seperti yang dijanjikan. "Dan didapatkan nilai bangunan telah dibangun tidak sesuai dengan yang dijanjikan," ujar Ferdy.

Kepemilikan tanah dan vila itu juga masih atas nama kedua terlapor telah ditetapkan sebagai tersangka. Padahal tanah dan vila ini direncanakan untuk dibalik nama menjadi milik PT Eastern Kayan.

Tak hanya itu, kedua tersangka menawarkan pula tanah seluas 1.600 meter persegi di Jalan Pantai Berawa, Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Badung, Bali. "Kemudian korban mengirimkan uang sebesar US$ 500 ribu (sekitar Rp 6,8 miliar) kepada tersangka. Akan tetapi, setelah dikonfirmasi, tanah tersebut oleh pemilik tidak pernah mau dijual," tutur Ferdy.

Pasal yang disangkakan adalah Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP dan/atau Pasal 3 dan Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

 

Peta perbatasan Israel dengan Libanon dan Suriah. (en.wikipedia.org)

Libanon-Israel sepakat rundingkan batas laut

Perundingan akan digelar bulan depan di Naqurah, kota kecil di selatan Libanon,

Perempuan Arab Saudi di stadion. (Saudi Gazette)

Pengadilan Gianyar besok adili kasus penipuan terhadap puteri Saudi

Kedua terdakwa adalah ibu dan anak bernama Evi Maindo Christina dan Eka Augusta Heriyani.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Polisi tangkap buronan kasus penipuan terhadap puteri Saudi

Puteri Luluah girang mendengar kabar ini.





comments powered by Disqus