kabar

Ilmuwan Israel berhasil tumbuhkan pohon kurma dari 32 biji berusia dua ribu tahun

Enam pohon kurma muda berhasil tumbuh dari 32 biji disebar. Keenam bibit pohon kurma itu diberi nama Adam, Jonah, Uriel, Boaz, Judith, dan Hannah.

09 Februari 2020 13:43

Para ilmuwan Israel Rabu lalu bilang mereka berhasil menumbuhkan pohon kurma dari 32 biji berumur dua ribu tahun.

Biji-biji kurma itu ditemukan dari lokasi penggalian arkelologi di Gurun Judea atau kawasan Laut Mati sudah mengering, termasuk di reruntuhan benteng Masada dibangun oleh Raja Herod Yang Agung di abad pertama Sebelum masehi dan di lokasi purbakala Qumran, tempat ditemukannya Torah pada 1940-an.

Enam pohon kurma muda berhasil tumbuh dari 32 biji disebar. Keenam bibit pohon kurma itu diberi nama Adam, Jonah, Uriel, Boaz, Judith, dan Hannah.

Di lokasi penemuan 32 biji kurma berumur dua milenia itu dulunya bekas wilayah Kerajaan Judah (Judea) berdiri di abad kesebelas Sebelum Masehi. Kerajaan Judah ini terkenal dengan hasil kurma melimpah dan berkualitas bagus.

"Kurma-kurma Judea tumbuh di daerah pertanian Jericho dan Laut Mati oleh para penulis klasik dikenal berukuran besar, manis, tahan lama, dan bermanfaat bagi kesehatan," tulis para ilmuwan Israel itu dalam jurnal Science Advance.

 

Peta perbatasan Israel dengan Libanon dan Suriah. (en.wikipedia.org)

Libanon-Israel sepakat rundingkan batas laut

Perundingan akan digelar bulan depan di Naqurah, kota kecil di selatan Libanon,

Suasana jamaah bertawaf di Kabah pada Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Di tahap pertama, jamaah dikasih waktu tiga jam buat berumrah

Arab Saudi belum mengeluarkan daftar negara boleh mengirim jamaah umrah.

Marzuq Mashaan al-Utaibi has just launched a revolution against Al Saud regime in Saudi Arabia by establishing the national Mobilization Movement. (Albalad.co)

Para pembangkang Saudi bikin partai politik

"Tiap warga Saudi telah dewasa berhak mencalonkan diri atau memilih wakil-wakilnya di parlemen mempunyai kekuasaan membuat undang-undang dan mengawasi lembaga-lembaga eksekutif di Saudi."

Israel Katz, Menteri Luar Negeri Israel, bertemu Menteri Luar Negeri Bahrain Khalid bin Ahmad al-Khalifah di Washington DC, 17 Juli 2019. Keduanya membahas mengenai Iran. (Courtesy)

Israel kirim delegasi ke Bahrain

Lawatan ini berlangsung sehari setelah Netanyahu dan Syekh Salman berkomunikasi langsung melalui telepon.





comments powered by Disqus