kabar

Arab Saudi masih ajarkan ujaran kebencian di sekolah

Para pelajar Saudi mulai taman kanak-kanak diajarkan Wahabi adalah aliran Islam paling benar.

11 Februari 2020 11:37

Arab Saudi rupanya masih mengajarkan kebencian di sekolah-sekolah meski Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman berusaha mengubah imej negara Kabah itu menjadi negara Islam moderat melalui Visi 2030. Kesimpulan ini adalah hasil kajian dari dua organisasi non-pemerintah, Institute for Monitoring Pecae and Cultural Tolerance in School Education (IMPACT SE) dan Institute for Gulf Studies.

Ujaran kebencian itu terdapat dalam buku-buku pelajaran untuk taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas. IMPACT SE menjelaskan para peajar Saudi diperintahkan untuk menjaga jarak dengan orang-orang Barat dan diberitahu Yahudi adalah bangsa monyet dan pembunuh merusak tempat-tempat suci kaum muslim. Buku-buku pelajaran Saudi ini juga menerangkan gay wajib dihukum mati.

"Para murid Saudi juga diajarkan orang Yahudi, Nasrani, dan aliran Islam lainnya adalah musuh dari Wahabi, aliran islam paling benar," kata Ali al-Ahmad dari Institute for Gulf Studies. "Mereka dididik untuk berteman dan menghirmati hanya kepada orang-orang berpaham Wahabi."

Masih maraknya ujaran kebencian dalam buku pelajaran di Saudi menjadi kekhawatiran Amerika Serikat lantaran Wahabi sangat dekat dengan ideologi dipakai kaum teroris, seperti ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah). Seorang pejabat senior Amerika mengungkapkan penolakan Saudi untuk mengubah kurikulumnya membikin Presiden Amerika Donald Trump kecewa.

Tahun lalu, Saudi mengubah kurikulum, salah satu isinya adalah Kekhalifahan Usmaniyah merupakan penjajah dan pembunuh bangsa Arab.

Trump bareng Perserikatan Bangsa-Bangsa dan organisasi sipil lainnya telah lama mendesak Saudi menghentikan penyebaran paham Islam intoleran, Wahabi, di dalam dan di luar negeri Dua Kota Suci itu.

Menurut penelitian disponsori Departemen Luar Negeri Amerika pada 2013, penyebaran paham Wahabi ke negara-negara muslim moderat di seluruh dunia telah melahirkan kelompok teroris. Saudi saban tahun menggelontorkan fulus US$ 2 miliar untuk menyebarluaskan Wahabi. Namun penelitian itu tidak dipublikasikan lantaran Washington DC tidak ingin membuat Riyadh marah. 

Marzuq Mashaan al-Utaibi has just launched a revolution against Al Saud regime in Saudi Arabia by establishing the national Mobilization Movement. (Albalad.co)

Para pembangkang Saudi bikin partai politik

"Tiap warga Saudi telah dewasa berhak mencalonkan diri atau memilih wakil-wakilnya di parlemen mempunyai kekuasaan membuat undang-undang dan mengawasi lembaga-lembaga eksekutif di Saudi."

Israel Katz, Menteri Luar Negeri Israel, bertemu Menteri Luar Negeri Bahrain Khalid bin Ahmad al-Khalifah di Washington DC, 17 Juli 2019. Keduanya membahas mengenai Iran. (Courtesy)

Israel kirim delegasi ke Bahrain

Lawatan ini berlangsung sehari setelah Netanyahu dan Syekh Salman berkomunikasi langsung melalui telepon.

Syekh Saleh bin Muhammad at-Talib, imam Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. (Twitter)

Arab Saudi tahan imam dan khatib Masjid Al-Haram sejak Agustus 2018

Sejak Bin Salman menjadi putera mahkota pada Juni 2017, Saudi getol menangkapi ulama, akademisi, aktivis, wartawan, konglomerat, pejabat, dan pangeran dianggap menentang kebijakan-kebijakannya.

Jamaah bertawaf di kompleks Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi, Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Arab Saudi izinkan jamaah dari luar negeri berumrah mulai 1 November

Jumlah jamaah dari luar negeri dibolehkan berumrah dinaikkan bertahap, tergantung pada kondisi penyebaran Covid-19 di negara masing-masing.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Para pembangkang Saudi bikin partai politik

"Tiap warga Saudi telah dewasa berhak mencalonkan diri atau memilih wakil-wakilnya di parlemen mempunyai kekuasaan membuat undang-undang dan mengawasi lembaga-lembaga eksekutif di Saudi."

24 September 2020

TERSOHOR