kabar

109 serdadu Amerika gegar otak akibat serangan Iran

Ketika serbuan terjadi, terdapat sekitar 200 serdadu Amerika bersembunyi di dalam bunker di Ain al-Assad dan sisanya sudah dievakuasi sebelum serangan datang.

13 Februari 2020 02:08

Sebanyak 109 serdadu Amerika Serikat mengalami gegar otak akibat serangan peluru kendali Iran terhadap markas pasukan mereka di pangkalan udara Ain al-Assad, Prvinsi Anbar, Irak.

Dalam keterangannya lalu, Departemen Pertahanan Amerika (Pentagon) bilang angka ini meningkat dari 64 tentara gegar otak pekan lalu. Dari jumlah itu, 76 prajurit sudah kembali bertugas di Ain al-Assad dan 26 orang lainnya masih menjalani perawatan di Jerman atau Amerika. Sedangkan tujuh tentara masih dalam perjalanan menuju Jerman buat dirawat.

Iran menembakkan belasan peluru kendali balistiknya ke Ain al-Assad dan menyebabkan kerusakan di markas pasukan Amerika itu. Ketika serbuan terjadi, terdapat sekitar 200 serdadu Amerika bersembunyi di dalam bunker di Ain al-Assad dan sisanya sudah dievakuasi sebelum serangan datang.

Serangan Iran pada 8 Januari ini sebagai balasan atas serbuan pesawat nirawak Amerika menewaskan Mayor Jenderal Qasim Sulaimani, komandan pasukan elite Iran, Brigade Quds, lima hari sebelumnya.

Faisal Assegaf/Times of Israel

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bin Salman enggan dukung usulan Netanyahu soal serang Iran

Pompeo juga tidak antusias menanggapi ide Netanyahu itu.

Suasana Kota Makkah, Arab Saudi. (Gulf Business)

Polisi Makkah tangkap pembuang mayat perempuan Indonesia dalam koper

Kedua tersangka adalah lelaki dan perempuan warga Indonesia.

Muhsin Fakhrizadeh, ilmuwan nuklir Iran dibunuh pada 27 November 2020 di Absar, kota kecil berjarak sekitar 40 kilometer sebelah timur Ibu Kota Teheran, Iran. (Courtesy)

Mossad kembali bunuh ilmuwan nuklir Iran

Sejak 2010, Mossad sudah mulai menyasar ilmuwan nuklir Iran dan sampai sekarang sudah enam ahli nuklir negara Mullah itu tewas di tangan Mossad, termasuk Fakhrizadeh.





comments powered by Disqus