kabar

UEA larang orang diduga terinfeksi virus corona salat berjamaah di masjid

Fatwa itu membolehkan pula kaum renta dan anak-anak menderita penyakit pernapasan dan memiliki kekebalan tubuh lemah untuk tidak salat tarawih dan salat idul Fitri.

04 Maret 2020 19:50

Dewan Syariah Uni Emirat Arab (UEA) kemarin mengeluarkan fatwa melarang penderita virus corona Covid-19 atau orang diduga terinfeksi virus itu untuk salat berjamaah di masjid, yakni salat Jumat, salat tarwaih, dan salat Idul Fitri.

"Semua orang diduga terinfeksi virus Covid-19 mesti dikarantina dan harus menjalani perawatan oleh pihak berwenang di bidang kesehatan," kata Dewan Syariah UEA.

Fatwa Dewan Syariah juga menegaskan masyarakat harus mengikuti semua instruksi disampaikan pihak berkompeten, termasuk mencucui tangan menggunaan sabun dengan air. Kemudian menutup mulut dan hidung ketika batuk atau bersin.

Fatwa itu membolehkan pula kaum renta dan anak-anak menderita penyakit pernapasan dan memiliki kekebalan tubuh lemah untuk tidak salat tarawih dan salat idul Fitri.

Hingga kini, terdapat 21 orang di UEA terinfeksi virus Covid-19.

 

Bandar Udara Internasional Dubai di Kota Dubai, Uni Emirat Arab. (Arabian Business)

Mulai 1 Agustus, semua orang tiba di UEA wajib jalani tes PCR Covid-19

Aturan itu berlaku untuk semua maskapai beroperasi di UEA.

Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. (visitabudhabi.ae)

UEA izinkan pernikahan virtual biar tidak tertular Covid-19

Hingga kemarin, Covid-19 sudah menginfeksi 4.521 orang di UEA, termasuk 25 meninggal.

Israel Katz, Menteri Luar Negeri Israel, berpose di Masjid Agung Syekh Zayid di Ibu Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, akhir Juni 2019. (Courtsey Katz's office)

UEA perpanjang penutupan semua masjid hingga waktu belum ditentukan

UEA sebelumnya melarang salat berjamaah di masjid dan ibadat di tempat ibadah lainnya sejak 16 Maret selama empat pekan.





comments powered by Disqus